Warga Demo Zikir Rateb Siribee di Aceh Timur

Warga Demo Zikir Rateb Siribee di Aceh Timur
Foto: tangkap layar video amatir
Warga melakukan demo di depan Ruko tempat dilaksanakannya zikir Rateb Siribee meminta zikir tersebut dihentikan yang dilaksanakan di sebuah Ruko di Desa Gampong Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Rabu (16/6/2021).

Zikir rateb siribee yang digelar sekelompok jamaah di sebuah ruko di Gampong Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, didemo warga Rabu (16/6/2021) malam.


Kabaracehtimur.online - Zikir rateb siribee yang digelar sekelompok jamaah di sebuah ruko di Gampong Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, didemo warga Rabu (16/6/2021) malam.

Untuk diketahui, ruko tempat dilaksanakannya lokasi zikir rateb siribee itu berada di tepi jalan Medan-Banda Aceh, dan tak jauh dari simpang tiga Kampung Beusa.

Saiful mengatakan, usai shalat Isya, masyarakat desa setempat pergi takziah ke rumah almarhum ulama Tgk H Munir Yahya atau Walidi Peureulak.

"Sepulangnya kami dari tempat takziah, kami melihat warga sudah ramai di depan ruko, hingga menimbulkan kemacetan ruas jalan nasional Banda Aceh Timur," ungkap Saiful.

Mereka (jamaah rateb siribee) itu terkurung dalam ruko sekitar 2 jam tak berani ke luar.

"Mereka berhasil dievakuasi oleh tim Polres Aceh Timur, pukul 02.00 WIB dini hari," ungkap Saiful.

Warga setempat, jelas Saiful, menolak zikir rateb siribee, karena menurut warga mereka mengucapkan lafaz zikir salah dan tidak beraturan.

Di desa setempat, jelas Saiful, baru pertama kali pemilik ruko tersebut melaksanakan zikir rateb siribee.

"Pemilik ruko tersebut bukan orang desa ini. Termasuk 31 jamaah yang ikut dalam zikir rateb siribee itu, warga dari luar desa ini," jelas Saiful.

Mereka jelas Saiful, melaksanakan zikir diawali sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

"Awalnya zikirnya sama seperti zikir orang biasa. Lama-kelamaan, terdengar suara zikir semakin keras dan penyebutan lafaznya tidak beraturan. Sehingga masyarakat berdatangan meminta zikir tersebut dihentikan, tapi tidak direspon oleh jamaah zikir. Sehingga menimbulkan emosi masyarakat, sehingga melemparkan batu ke ruko hingga menyebabkan pintu ruko bagian atas rusak," jelas Saiful.[*]

Seni Hendri Aceh Timur/SERAMBINEWS.COM

Post a Comment

0 Comments