Viral Video Penolakan Jenazah Covid-19 di Gunungkidul, Pelaku Minta Maaf

2 warga setempat menolak pemakaman jenazah. Keduanya berdalih takut karena jenazah merupakan pasien posisitf Covid-19, mereka mengatasnamakan warga sekitar, tidak memperbolehkan jenazah dimakamkan di lokasi tersebut.


Kabaracehtimur.online | Gunungkidul - Aksi penolakan Trenggono Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Gunung Kidul terkait pemakaman Suyitno, mantan Danramil Ponjong, yang meninggal karena Covid-19 berbuntut panjang.

Sebab aksi tersebut viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan banyak orang. 

Untuk mengurai permasalahan ini, pada Sabtu malam (12/06/2021) mediasi dilakukan. 

Lurah Ngeposari, Ciptadi mengatakan Suyitno di rawat di Rumah Sakit berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal dunia. Kemudian pihak keluarga berencana memakamkan jenazah di pemakaman Trenggono Lor, sebagai tanah tumpah darah almarhum.

Namun saat akan dikuburkan di lokasi tersebut, dua warga setempat yaitu Rohmadi dan Sudiro (Ketua RT 01) menolak pemakaman jenazah positif Covid-19. Keduanya berdalih takut karena jenazah merupakan pasien posisitf Covid-19.
Mereka pun mengatasnamakan warga sekitar dan tidak memperbolehkan jenazah dimakamkan di lokasi tersebut. 

“karena jenazah tersebut adalah warga saya, maka saya ambil alih untuk dimakamkan di Ngeposari agar dapat segera dimakamkan,” kata Ciptadi.

Ternyata aksi warga tersebut viral. Pemerintah Kalurahan Ngeposari kemudian berinisiatif melakukan pertemuan antara pihak keluarga Suyitno, dua warga yang menolak, Pemerintah Sidorejo, dan pihak kepolisian serta TNI. 

Dalam pertemuan itu, pihak keluarga telah memaafkan kedua orang yang melakukan hal tersebut. Namun memang, keluarga meminta mereka untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas aksinya menolak pemakaman jenazah positif Covid-19. 

“Ini kan jatuhnya sudah pidana. Tapi ini sudah selesai,”imbuhnya.[Liputan6.com]

Post a Comment

0 Comments