UNHCR Tindak Lanjuti Imigran Rohingya di Aceh Timur

Teks foto : Kondisi terkini 81 Imigran Rohingya di penampungan sementara di Pulau Idaman Desa Kuala Simpang Ulim Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.

ACEH TIMUR - Sebanyak 81 orang Etnis Rohingya yang terdampar di Pulau Idaman Desa Kuala Simpang Ulim Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur sudah kantongi Card Refuge UNHCR, Tim UNHCR Indonesia dan IOM serta Imigrasi Langsa terus kakukan Pendataan terhadap Imigran tersebut, dan juga telah di Vaksin oleh pihak Dinas Kesehatan Aceh Timur, Minggu (6/6/21).

Join respons terhadap 81 Imigran Rohingya UNHCR bekerjasama dengan pihak IOM, Yayasan GEUTANYOE, dan YMKI dalam penanganan lanjutannya, setelah semua proses pendataan dan Vaksinasi dilakukan. 

Optina Avanti Protection Associate UNHCR Indonesia mengatakan, pihak UNHCR Indonesia akan mengambil langkah lanjutan dan akan berkoordinasi dengan semua pihak.

"UNHCR akan mengambil langkah lanjutan dan akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Timur dan Aceh Utara untuk menempatkan para Imigran ketempat penampungan yang lebih layak, seterusnya melakukan pendataan ulang untuk dapat mengindentifikasi keluarga masing masing mereka dan pendamping anak anak yang tidak memiliki orang tuanya," ujarnya.

Pemerintah Aceh Timur sendiri telah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada UNHCR sebagai pihak yang berwenang dalam pengurusan pengungsi dari Luar Negeri.

Syahrizal Asisten 1 Pemerintahan Aceh Timur mengatakan bahwa sejauh ini Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah berupaya dalam Emergency Respons pada tahap awal kedatangan para Imigran agar para pengungsi tersebut tidak terlantar begitu saja, namun setelah datangnya UNHCR, maka tanggung jawab sepenuhnya diserahkan pada UNHCR.

"Begitu mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kedatangan imigran Rohingya, Pemkab Aceh Timur langsung menurunkan Tim, baik BPBD dan Dinsos langsung melakukan penanganan cepat terhadap para Imigran, secara kemanusiaan Pemkab Aceh Timur telah berupaya maksimal sehingga para Imigran tidak ada yang lapar serta mendirikan tenda penampungan sementara," jelas Asisten 1 Pemkab Aceh Timur.

"Langkah lanjutan bagi pihak yang berwenang, dalam hal ini UNHCR untuk dapat melanjutkan penanganannya sesuai dengan kewenangannya," tutupnya. [*] L24.Zal.


Sumber artikel by Lentera24.com

Post a Comment

0 Comments