UNHCR Temui Nelayan Aceh Utara yang Tolong Rohingya di Lapas Kelas IIB Lhoksukon

Foto Kejari Aceh Utara. Terdakwa nelayan Aceh Utara yang menjemput warga Rohingya dengan menggunakan kapal motor di tengah laut. 

Kabaracehtimur.online | LHOKSUKON – Petugas dari organisasi United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Jumat (18/6/2021), mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara. 

Tujuan petugas UNHCR ke Lapas tersebut untuk menemui nelayan Aceh yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara lima tahun penjara dalam kasus menjemput Rohingya di tengah laut pada tahun 2020 lalu. 

Masing-masing Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. 

Kemudian Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan Faisal Afrizal (43) Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

Selain menemui ketiganya, petugas UNHCR juga menemui, Shahad Deen asal Medan, Sumatera Utara, yang terlibat menyuruh tiga terdakwa lainnya untuk menjemput Rohingya.

Pria itu juga dihukum lima tahun penjara dalam kasus tersebut. 

“Benar memang tadi sekitar pukul 16.00 WIB, ada dua orang dari UNHCR menemui Faisal bersama kawan-kawannya,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, Yusnaidi SH, kepada Serambinews.com, Jumat (18/6/2021), 

Disebutkan, keduanya berada di Lapas sekitar satu jam atau sampai sekitar pukul 17.00 WIB.

“Informasi saya dengar, kedatangan mereka untuk menyediakan bantuan hukum kepada para tervonis yang akan mengajukan banding,” ujar Yusnaidi.

Diberitakan sebelumnya, majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara dua hari lalu, Senin (14/6/2021), menggelar sidang kasus menjemputpuluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada Tahun 2020, agenda pembacaan amar putusan terhadap tiga terdakwa. 

Masing-masing, Faisal Afrizal (43), nelayan asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

Kemudian Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. 

Hakim menyebutkan terdakwa melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian JunctoPasal 55 KUHPidana.

Tiga terdakwadalam kasus itu dihukummasing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan. 

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Fauzi SH dalam sidang pamungkas kasus itu yang diadakan secara virtual.

Ketiga terdakwa mengikuti sidang tersebut di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara yang terpaut sekitar dua kilometer dari PN. 


Sumber: SERAMBINEWS.COM
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

Post a Comment

0 Comments