Sopir Truk Aceh Keluhkan Pungli dan Pelemparan Batu di Perbatasan Sumut

ilustrasi. (net)

Kabaracehtimur.online | Banda Aceh – Sejumlah sopir truk asal Aceh mengeluhkan maraknya tindakan premanisme dan pungli di perbatasan Aceh-Sumut, tepatnya di wilayah Besitang. Setiap lewat daerah tersebut, mereka harus mengahadapi tiga ormas.

Pengakuan itu disampaikan oleh sejumlah sopir truk ke Komisi I DPR Aceh, agar bisa diteruskan ke Polda Aceh. Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk M Yunus mengatakan, pihaknya sudah meneruskan informasi tersebut ke Kapolda Aceh.

M. Yunus bilang persoalan para sopir truk asal Aceh yang melintas di kawasan Besitang, Sumut kerap dimintai uang keamanan oleh sejumlah ormas di sana. Bahkan, jika tidak diberikan, truk mereka akan dilempari dengan batu.

“Truk dari Aceh ada dihantam pakai batu, hingga ada sopir yang kepalanya bocor,” ujar M Yunus usai menerima keluhan para sopir truk, Selasa (15/6).

Dari informasi yang dia terima dari sopir truk, ormas tersebut bahkan ada yang mengutip uang per bulan kepada sopir truk dari Aceh yang melintas. Sementara, ada juga yang sekali melintas diminta uang sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

“Ada tiga ormas. Jadi tiap ormas melakukan pungutan ke sopir truk. Jadi ada ormas ini yang mengutip per bulan, di samping uang setoran seperti sekali lewat Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu,” katanya.

Terkait persoalan itu, kata Yunus, Komisi I DPR Aceh sudah bertemu dengan Kapolda Aceh untuk menyampaikan keluhan dari para sopir truk tersebut.

Dari pertemuan itu, Kapolda Aceh Irjend Pol Wahyu Widada, akan berkoordinasi dengan Kapolda Sumut untuk menindak aksi premanisme tersebut.

“Kapolda Aceh menyikapi sangat bagus, beliau akan menindaklanjuti, karena itu juga perintah Kapolri,” ujarnya.

Kemudian Komisi I DPR Aceh akan segera berkunjung ke Polda Sumut untuk melaporkan peristiwa yang dialami oleh sopir truk asal Aceh.(KANALACEH.COM)

Post a Comment

0 Comments