Ketua Fraksi Gerakan Keadilan DPRK Aceh Utara, Desak Pemkab Selesaikan Masalah Tapal Batas Desa



Ket photo : Ketua Fraksi Gerakan Keadilan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Utara H, Anwar Risyen.

Aceh Utara I Ketua Fraksi Gerakan Keadilan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Utara H, Anwar Risyen meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk segera menyelesaikan semua permasalahan tapal batas Desa/Gampong di sejumlah Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Senin (21/06/2021).

"Saya minta Pemerintah Aceh Utara melalui Asisten I dan instansi terkait untuk segera menyelesaikan masalah tapal batas Gampong, jangan sampai setelah terjadi hal hal yang tidak kita inginkan pemerintah baru turun kelapangan. Seperti yang terjadi pada tahun lalu dimana masyarakat Gampong Lhok Puuk dengan warga Matang Puntoeng Kecamatan Seunuddon Aceh Utara sempat bentrok, karena ada ratusan warga  yang mencangkul jalan sebagai bentuk protes karena masalah tapal batas," ujarnya H. Anwar Risyen kepada awak media, (21/06)

Sambungnya menambahkan, bahwa aksi yang dilakukan masyarakat Gampong Matang Puntoeng selama dua jam itu sebagai bentuk protes terhadap Muspika  karena belum menyelesaikan persoalan tapal batas kedua desa tersebut.

"Saat itu ratusan massa mulai pukul 10.00 WIB berkumpul di jalan penghubung dua gampong. Warga membawa peralatan seperti cangkul, sekop, martil, dan senjata tajam. Tak lama kemudian, massa langsung mencangkul di lokasi yang dijadikan warga Lhok Puuk sebagai tapal batas baru, ungkap.

Hal serupa juga pernah terjadi di Kecamatan Syamtalira Aron Bayu Aceh Utara. Informasi yang diperoleh media ini masalah tapal batas antar gampong di Kecamatan Syamtalira Aron sekitar dua bulan silam berbuntut panjang hingga ke Pangadilan.

"Iya saya juga menerima laporan, permasalahan tapal batas di Bayu Kecamatan Syamtalira Aron juga belum selesai dan berujung keranah hukum. Padahal jika pemerintah tidak lambat menangani hal hal yang demikian, mungkin kejadian anarkis antar warga tidak akan terjadi. Oleh karenanya saya meminta Asisten I dan tim tapal batas dan komisi 1 DPRK Aceh Utara segera mungkin menyelesaikan persoalan tapal batas agar tidak bersemak masalah," tandasnya.(alman)


Post a Comment

0 Comments