Kejam dan Keji, Polisi Ini Memborgol Memperkosa Lalu Membunuh Korban Dua Wanita Cantik, Terungkap di Pengadilan

Belawan - Oknum polisi bernama Aipda Roni Syahputra terancam hukuman mati usai memperkosa dan menghabisi nyawa dua gadis.

Dalam sidang kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri Medan pada Senin (21/6/2021) lalu, terungkap kronologi kejadian.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan dakwaan jaksa, kejadian nahas itu berawal dari pertemuan dengan kedua korban pada Sabtu (13/2/ 2021) sekira 16.20 WIB.

Saat itu dua orang gadis alias korban berinisial RP dan AC datang ke Polres Pelabuhan Belawan tempat pelaku bertugas.

Kedatangan mereka untuk menanyakan perihal barang titipan tahanan kepada terdakwa Aipda Roni.

Akan tetapi, kehadiran RP itu rupanya memikat Aipda Roni yang sudah memiliki istri dan anak.

Sehingga terdakwa akhirnya meminta nomor telepon RP dengan dalih untuk mempermudah pencarian barang titipan.

Kemudian, sekitar pukul 19.30 WIB pada Sabtu (13/2/2020), Aipda Roni mengajak bertemu dengan alasan membicarakan titipan korban, namun korban menolak.

Aipda Roni kembali menghubungi korban pada Sabtu, (20/22021) sekira pukul 14.00 WIB, dengan alasan mengaku sudah menemukan barang titipan korban, yakni berupa handphone dan uang.
 
Akhirnya korban menyetujui untuk bertemu di Polres Pelabuhan Belawan.

Di lokasi, Aipda Roni datang lebih dulu dan menunggu di dalam mobil, lalu korban menyusul bersama AC pada pukul 14.40 WIB.

Terdakwa kemudian menyuruh kedua korban masuk ke dalam mobil dan mereka duduk di bangku tengah.

Di tengah perjalanan terdakwa meminta RP untuk duduk di sampingnya agar lebih mudah mengobrol dan korban menyetujuinya.

Pemerkosaan
Siapa sangka, ternyata Aipda Roni berbohong soal barang titipan dan malah melakukan pelecehan ke RP.

“Masalah uangmu dan handphone nantilah kita ambil,” kata Jaksa meniru ucapan terdakwa, yang dikutip dari Tribun-Medan.com pada Jumat (25/6/2021).

AC yang melihat tindakan pelaku akhirnya berteriak membentak, namun Aipda Roni malah memukulnya hingga terbentur.

Ia kemudian memborgol dan memukul dahi RP serta membungkam mulutnya menggunakan lakban dan tisu.

Setelahnya, Aipda Roni langsung membawa keduanya ke hotel, namun saat itu RP sedang haid dan akhirnya terdakwa menyetubuhi AC.

Pembunuhan
Dari hotel, pelaku menyekap kedua korban di kamar belakang dan hal ini diketahui sang istri.

Namun, Aipda Roni mengancam akan membunuh sang istri jika terlalu banyak bertanya.

Setelah itu, Aipda Roni kembali ke Polres Pelabuhan Belawan untuk tugas piket.

Setelah selesai piket, terdakwa kembali ke rumahnya pada Minggu (21/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Melihat kedua korban yang sudah lemas dan tak berdaya akhirnya terdakwa membunuh korban sekitar pukul 09.00 WIB.
 
Ia kemudian membuang jenazah kedua korban di dua lokasi yang berbeda.

Jasad RP dibuang di Jalan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, dan ditemukan pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.50 WIB.

Sedangkan jasad AC dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan dan ditemukan Senin (22/2/21) pagi.

Hukuman 
Akibat perbuatannya, terdakwa terancam pidana dalam Pasal 340 subs Pasal 338 KUHP Jo Pasal 65 KUHP.

Dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun.(Ana/Ana)



Sumber: Nesiatimes.com

Post a Comment

0 Comments