Irwandi "Agam Batat" : Lua Nanggroe Nyan Gampong Keu Dua Loen



Penulis : Felix Rodriguez
Dikutip dari Facebook Felix Rodriguez


HABANANGGROE24.COM -Dalam setahun memimpin Aceh, sudah banyak gebrakan yang dilakukan "Agam Batat" dengan membuka hubungan kerja sama luar negeri. Beberapa kali lawatannya keluar negeri menuai banyak kritikan, namun Ia menjawab bahwa keluar negeri bukan untuk jalan-jalan tapi untuk kerja dan luar negeri itu sudah seperti rumah kedua bagi "Agam Batat". 

Membangun relasi mancanegara membuat Ia selalu dicurigai pihak tertentu punya agenda lain untuk melepaskan Aceh dari Indonesia. Padahal apa yang Ia lakukan murni dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat Aceh dan menghilangkan image Aceh yang "seram" dari perspektif luar serta membuka Aceh untuk go-internasional. 

Banyak inisiasi yang sudah dijalin oleh "Agam Batat" kini kembali stagnan tanpa progres yang signifikan paska Ia dijebloskan kedalam jeruji besi akibat fitnah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak menyukai sepak terjang dirinya dalam membangun Aceh. Bicara tentang investasi pasti akan mengedepankan soal "trust", ketika pihak luar mempercayakan hal tersebut kepada sosok "Agam Batat", maka mereka juga akan komit untuk menaruh harapannya kepadanya. 

Tujuan membuka hubungan kerjasama luar negeri itu bukan untuk kepentingan pribadinya "Agam Batat", namun Ia mencoba membuka jalan untuk mendapatkan timbal balik manfaat demi kepentingan rakyat Aceh. Hasil yang dingin dicapai adalah tumbuhnya sektor rill di Aceh, penambahan pendapatan daerah serta terbukanya lapangan kerja bagi putra-putri Aceh nantinya. 

Secara aturan berdasarkan PP 11 tahun 2010, telah diatur bahwa Aceh berhak melakukan hubungan kerjasama dengan pemerintah atau badan tertentu di luar negeri. Dalam menjalankan aturan tersebut, berikut beberapa agenda yang telah dijajaki sebelumnya oleh "Agam Batat" dalam masa setahun Ia menjabat:

1. Turki, melalui Hitay (Pembangunan pembangkit listrik panas bumi di Gunung Geureudong) dan Aksa (Pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas di Lhokseumawe), hal ini ditanggapi keseriusannya melalui kedatangan Wakil PM Turki ke Aceh yang dijamu langsung oleh "Agam Batat" dengan penyerahan "lada sicupak" untuk diserahkan kepada presiden Erdogan.

2. Qatar, melalui kerajaan Qatar Syech Ahmed Al-Athani (pembangunan storage supply gas untuk wilayah Asia Tenggara di KEK Arun-Lhokseumawe) dan Qatar Investment Authority (Pengembangan Aquaculture di Pulau Sabang), keseriusan pihak Qatar pun ditunjukan dengan rencana mengirimkan tim survey lokasi ke Aceh, yang akhirnya terpending akibat "Agam Batat" ditahan. 

3. Amerika Serikat, Starbucks gerai kopi terbesar didunia menjalin kerjasama dengan Aceh untuk memenuhi kuota supply kebutuhan kopinya dengan sumber kopi Arabica Gayo. Rantai supply ini perlu terus dijaga dalam rangka meningkatkan nilai ekspor kita. 

4. Republik Ceko, keinginan Duta Besar Ceko untuk Indonesia untuk membangun pembangkit listrik bertenaga sampah, sekaligus menata waste management system pada level kota atau kabupaten di Aceh. 

5. Rusia, beberapa pengusaha sukses di Rusia tertarik melakukan investasi di kawasan KEK Arun-Lhokseumawe dan pengembangan sektor pariwisata di Pulau Weh. 

Termasuk juga Denmark, Singapore dan Malaysia. Ditambah lagi investasi dalam negeri yang diinisiasi oleh "Agam Batat" melalui PT. DI untuk pembangunan kawasan industri dirgantara yang dilengkapi dengan pabrik perakitan pesawat lengkap dengan industri pendukung suku cadang yang rencananya akan dipindahkan dari Bandung ke Aceh. Ini akan sangat menguntungkan posisi Aceh karena sekarang sedang terjadi tarik ulur penentuan lokasi oleh pusat. Ketika Aceh bisa, mengapa kita abaikan kesempatan besar ini.

Hal yang tersebut diatas merupakan beberapa inisiasi yang sudah dibukakan jalannya oleh "Agam Batat". Hal ini perlu dilakukan tindak lanjut kedepan demi kepentingan Aceh yang lebih besar. Dengan yang sudah terbuka jalan saja kita belum bisa selesaikan, mengapa kita harus mencari jalan yang baru lagi. Ini yang harus menjadi perhatian bersama. 

Sebenarnya, selain program-program pro-rakyat telah banyak yang dilakukan "Agam Batat" untuk mengimplementasikan dan mengawal 15 program Aceh Hebat yang digagasnya agar bisa berjalan. Namun cita-cita besar ini akan terhenti apabila sosok "Agam Batat" tidak hadir ditengah-tengah rakyat Aceh. Akankah rakyat Aceh terus membiarkan kezaliman yang dialamatkan kepada "Agam Batat" oleh sekelompok orang tadi?. Semoga Allah melindungi "Agam Batat" agar Ia bisa kembali bersama rakyat Aceh untuk melanjutkan pembangunan yang tertunda. Amin! 

#kembalikangubernurkami
#saveirwandiyusuf
#stopkriminalisasigubernuraceh

Post a Comment

0 Comments