Irwandi (Agam Batat) Pencetus 15 Program Aceh Hebat Yang Selalu Jenaka


Penulis : Felix Rodriguez
Dikutik Dari Laman Facebook Felix Rodriguez

HABANANGGROE24.COM | ACEH TIMUR- Ketika banyak orang sudah mulai melupakan kiprahnya dihadapan publik, namun dalam suasana dan situasi apapun Ia tetap jenaka. Memang begitulah karakter aslinya. Dalam memimpin Aceh pun, Ia tetap jenaka. Dengan ciri khas jenakanya Ia telah banyak melahirkan hal-hal baru yang menjadi kebijakan dalam membangun Aceh. 

Ide brilian 15 program Aceh Hebat murni keluar dari kepalanya sendiri dengan tetap mengedepankan kekhususan Aceh. Cita-cita mulianya kini terhenti akibat fitnah dari kelompok yang tidak suka dengan keberhasilannya membuat terobosan - terobosan membangun negeri paska bencana dan konflik berkepanjangan.

Akibat sebuah kezaliman yang dialamatkan kepada "Agam Batat", membuat situasi pembangunan Aceh terlihat seperti kehilangan arah dan menimbulkan banyak kegaduhan didalam masyarakat. Hal ini karena terjadinya pergeseran pola pikir, sehingga dalam menerjemahkan 15 program Aceh Hebat yang ada didalam kepala "Agam Batat" tidak sepenuhnya bisa dijalankan karena keterbatasan ide dan cara berfikir.

Mungkin rakyat Aceh sudah mulai lupa dengan apa sebenarnya isi 15 Program Aceh Hebat tersebut. Terlampir sebagai berikut: 

1. Aceh Seujahtra (JKA Plus)
JKA Plus merupakan singkatan dari Jaminan Kesejahteraan Aceh yang meliputi:
a. Pemenuhan akses layanan kesehatan gratis yang lebih mudah, berkualitas dan terintegrasi bagi seluruh rakyat;
b. Pemberian santunan untuk kalangan masyarakat usia lanjut;
c. Pembangunan Rumah Sakit Regional tanpa menggunakan hutang luar negeri (Loan);
d. Mengembalikan ruh JKA yang pernah dirasakan oleh rakyat Aceh. 

2. Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu)
SIAT merupakan pengembangan sistem informasi dan database Aceh yang terpadu yang akan digunakan untuk semua sektor pembangunan dan pelayanan masyarakat. Dengan adanya SIAT seluruh informasi yang berguna untuk pembangunan dan pelayanan akan terupdate dengan cepat, dapat diakses oleh semua stakeholder melalui satu pintu, serta menjadi acuan bersama dalam perencanaan pembangunan pada setiap tingkat pemerintahan. Sistem ini perlu dibangun untuk menghindari perencanaan pembangunan yang tidak efektif, tidak efisien, dan tidak tepat sasaran akibat dari ketiadaan data yang valid dan terintegrasi.

3. Aceh Caròng
Anak Aceh cerdas (caròng) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Program-program yang akan dijalankan untuk tujuan tersebut antara lain:
a. Penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional baik formal dan non formal;
b. Penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik di dayah-dayah;
c. Pemerataan rasio guru untuk seluruh bidang studi di seluruh penjuru Aceh khususnya daerah terpencil;
d. Peningkatan kompetensi guru dalam bidang studi yang diajarkan secara merata di seluruh Aceh;
e. Penyediaan beasiswa bagi anak yatim dan anak orang miskin mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri;
f. Pengiriman putra-putri terbaik Aceh untuk mendapatkan pendidikan di universitas-universitas yang bergengsi di tingkat international dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ke depan saat kembali ke Aceh.

4. Aceh Energi
Pemenuhan energi listrik bagi rakyat Aceh dan industri yang berasal dari energi bersih-terbarukan. Agenda-agenda strategis yang akan dilakukan untuk mendukung program ini adalah sebagai berikut:
a. Penyiapan Master Plan Energi Aceh yang komprehensif dan terintegrasi (validasi data primer dan rencana pengembangan);
b. Penerapan Public Private Partnership untuk utilisasi sumber daya energi skala menengah dan besar khususnya panas bumi dan tenaga air tanpa menggunakan hutang luar negeri;
c. Memastikan komitmen PLN untuk memperbaiki sistem transmisi sehingga tidak sering terjadi pemadaman listrik di Aceh;
d. Percepatan realisasi pembangkit listrik Geothermal Seulawah dan pembangkit listrik tenaga air (mini dan mikrohidro) dengan kapasitas menengah;
e. Pemberian kemudahan perizinan bagi pihak swasta yang berminat berinvestasi dalam sektor energi bersih dan terbarukan.
f. Memperkuat eksistensi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai perwujudan amanat yang telah ditetapkan dalam UUPA.

5. Aceh Meugoë dan Meulaôt
Pembangunan pertanian dan ekonomi maritim melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi. 
a. Penuntasan penyediaan irigasi yang dapat mengaliri seluruh lahan pertanian rakyat dan pencetakan sawah baru;
b. Modernisasi teknologi bagi sektor pertanian termasuk teknologi pengolahan pasca panen;
c. Memperbaiki fasilitas dan teknologi perikanan serta jaringan pemasarannya;
d. Kemandirian rantai pasok (supply chain) di berbagai tingkatan dalam sektor peternakan rakyat;
e. Penyediaan sarana pendukung bagi nilai tambah dan akses pasar yang lebih luas terhadap produk pertanian, peternakan dan perikanan.  

6. Acèh Troë
Pemenuhan bahan pangan dan gizi bagi seluruh rakyat Aceh secara mandiri melalui:
a. Peningkatan produktifitas pertanian dan kemudahan akses terhadap bahan pangan;
b. Penertiban distribusi bibit, pupuk dan obat di bagi pertanian rakyat;
c. Membangun kemandirian pangan melalui penurunan ketergantungan terhadap provinsi tetangga;
d. Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian.

7. Acèh Kreatif
Mendorong tumbuhnya industri sesuai dengan potensi sumberdaya daerah dan memproteksi produk yang dihasilkannya;
Program ini dilaksanakan melalui:
a. Penyediaan sentra produksi yang berbasis potensi sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar lokal;
b. Perlindungan produk-produk yang dihasilkan oleh industri lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh;
c. Merangsang lahirnya industri-industri kreatif yang potensial terutama di sektor jasa;

8. Acèh Kaya
Merangsang tumbuhnya entrepreneur yang ditunjang dengan kemudahan akses terhadap modal, keterampilan dan pasar.
Program ini dilaksanakan melalui:
a. Peningkatan peran serta lembaga keuangan dan pembiayan lokal untuk terlibat aktif dalam pembinaan dan dukungan modal usaha bagi wirausahawan muda;
b. Memastikan partisipasi sektor swasta dan BUMN untuk menggunakan dana CSR secara terkoordinir dan satu pintu untuk meningkatkan sumber pembiayaan bagi entrepreneur;
c. Pelibatan perguruan tinggi dalam pembinaan manajemen bagi wirausaha muda.

9. Acèh Peumulia 
Pemenuhan layanan pemerintahan yang mudah, cepat, berkualitas dan bebas pungutan liar (pungli) akan dijalankan dengan;
a. Pengembangan sistem pengawasan dan penilaian kinerja aparatur berbasis e-kinerja
b. Penetapan limit waktu pelayanan aparatur untuk setiap jenis dan fungsi layanan
c. Penempatan pimpinan SKPA yang berkualitas melalui uji kelayakan dan kepatutan

10. Acèh Damê
Penguatan pelaksanaan UUPA sesuai prinsip-prinsip MoU Helsinki secara konsisten dan komprehensif;
a. Menjadikan seluruh program pembangunan Aceh berbasis pengarusutamaan damai;
b. Penuntasan aturan turunan UUPA sehingga dapat diimplementasikan dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat;
c. Penguatan kapasitas Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh;
d. Memasukkan pendidikan damai (peace education) dalam kurikulum sekolah.   

11. Acèh Meuadab
Mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari;
a. Penguatan pendidikan yang berbasis nilai-nilai moral dalam setiap tingkatan pendidikan;
b. Melakukan penguatan budaya masyarakat adat yang berdampak kepada peningkatan kepekaan sosial;
c. Penguatan eksistensi kelembagaan institusi keislaman dalam menyebarluaskan nilai-nilai keislaman;
d. Mendorong sifat ketauladanan yang positif dari pimpinan masyarakat di setiap tingkatan.   

12. Acèh Teuga
Mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional dan regional;
a. Membangun kerjasama bidang sepak bola dengan klub-klub/pelatih ternama luar negeri untuk membina bibit-bibit pesepak bola dari Aceh;
b. Peningkatan intensitas dan kualitas pembinaan olahraga bagi usia dini;
c. Penyediaan sarana dan prasarana olah raga serta insentif yang mendukung peningkatan prestasi olahragawan;
d. Meningkatkan frekuensi event kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.

13. Acèh Green
Menegaskan kembali pembangunan aceh berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang sensitif terhadap resiko bencana alam;
a. Mendesain rencana pertumbuhan hijau Aceh (Green growth plan) sebagai bagian dari implementasi azas berkelanjutan dalam pembangunan Aceh;
b. Melakukan langkah-langkah strategis mitigasi dan adaptasi perubahan iklim;
c. Menerapkan strategi mitigasi dan manajemen resiko bencana melalui penguatan kapasitas tim tanggap darurat dan penyadartahuan masyarakat;
d. Membangun rencana pemulihan spesies kunci yang kritis terancam punah;
e. Membangun manufaktur bagi penyediaan kayu alternatif (wood polymer composite) dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan kayu dunia untuk pencegahan degradasi hutan. 

14. Acèh Seuninya
Penyediaan perumahan bagi masyarakat miskin dan pasangan muda. Pendekatan program ini dilakukan melalui:
a. Pembangunan rumah gratis untuk masyarakat miskin secara bertahap;
b. Penyediaan skema perumahan murah bagi pasangan muda yang kurang mampu.

15. Acèh Seumeugot
Memastikan tersedianya sarana dan prasarana (infrastruktur) secara cerdas dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan semua program unggulan terutama yang menjadi daya ungkit pembangunan ekonomi.

Demikian isi 15 Program Aceh Hebat, kita berdoa agar "Agam Batat" bisa bebas dari semua tuntukan hukum dan kembali ke Aceh untuk meneruskan cita-citanya menjalankan program yang ada didalam isi kepalanya tersebut.

#saveirwandiyusuf
#kembalikangubernuraceh
#stopkriminalisasigubernuraceh

Post a Comment

0 Comments