Informasi Baru Pasien RSJ di Aceh Diduga Brimob Hilang Saat Tsunami

Beredar kabar seorang personel Brimob yang hilang saat tsunami pada tahun 2004 ditemukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. (dok Istimewa)

Aceh - Kabar dari Bharaka Asep berlanjut. Dia adalah pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh yang diduga anggota Brimob dan hilang saat tsunami 2004. Tanda tanya apakah benar dia anggota Brimob yang hilang atau bukan mulai menemukan jalan menuju jawaban.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Brigjen Rusdianto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil tes DNA di laboratorium. Meski demikian, ada temuan awal, garis ibu ditemukan.

"Kan dari garis awal udah ditemuin. Ditemuin dari garis ibu kayaknya. Jadi perlu di-crosscheck lagi dari garis ibu," kata Rusdianto di Markas Besar Polri, Jumat (11/6/2021).

"Sudah (ambil DNA dari pihak ibu). Tunggu hasilnya ya. Secepatnya," ucap Rusdianto.Garis ibu yang muncul lewat tes DNA pria yang diduga sebagai Bharaka Asep sudah ditemukan. Selanjutnya, polisi perlu melihat apakah garis ibu dari DNA pria di RSJ ini cocok atau tidak dengan DNA ibu kandung anggota Brimob yang hilang sejak tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

Apakah Pak Zainal Adalah Bharaka Asep?

'Bharaka Asep' yang ditemukan di RSJ Aceh itu semula dikenal sebagai Pak Zainal. Pak Zainal ini sudah dirawat di RSJ Aceh sejak 2009, dibawa oleh kepala desa di Kecamatan Sampoinet, Aceh Jaya. Sebelumnya, Pak Zainal ini terlunta-lunta di Aceh. Dia tidak pernah mengeluarkan sepatah kata pun.

Pada 2016, ada keluarga dari Lampung datang. Mereka mengaku sedang mencari anggota polisi bernama Zainal yang hilang saat tsunami 2004.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

Pak Zainal diidentifikasi sebagai Bharaka Asep karena pihak keluarga Bharaka Asep mengonfirmasi ciri-ciri fisik pria itu. Keluarga Bharaka Asep ada di Lampung. Ada pula teman-teman Brimob yang menyebut Pak Zainal adalah Asep.

"Teman-teman letingnya yang di Jawa menyebut itu Asep pernah tugas di Peukan Bada, Aceh Besar," kata Kapolsek Sampoiniet Aceh Jaya, Ipda Wahyudi, 19 Maret lalu.

"Pasien ini akan dilakukan tes DNA, sidik jari, dan pengenalan tanda lahir lainnya," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, 18 Maret lalu.Polda Aceh turun tangan melakukan pengecekan ke RSJ Aceh di Jl Dr Syarif Thayeb, Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Polisi berkoordinasi dengan Korps Brimob untuk menguak identitas pria tersebut.

Polisi berkoordinasi dengan keluarga Brimob itu di Lampung. Berdasarkan keterangan adik kandung Asep, anggota Brimob yang hilang saat tsunami 26 Desember 2004 itu memiliki sejumlah ciri-ciri. Di antaranya luka di pelipis kanan, lesung pipi, serta tanda khusus di telinga.

Selain itu, Winardy menyebut Pak Zainal masih memiliki jiwa-jiwa Brimob. Dia juga menunjukkan sikap sempurna ketika teman letingnya menyanyikan lagu-lagu Brimob.

"Dia pengen nyanyi tapi dia tidak bisa, dia hanya bisa mendengung-dengungnya berusaha mengikuti apa yang dinyanyikan letingnya pada saat pertemuan itu," beber Kombes Winardy.

Kini kepastian semakin dekat, apakah Pak Zainal adalah Bharaka Asep yang hilang saat tsunami atau bukan.(Detik.com/dnu/lir)

Post a Comment

0 Comments