2 Warga Riau Meninggal Sepekan Setelah Vaksin, Komda KIPI Investigasi


Ilustrasi vaksin Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)

Pekanbaru - Dua warga di Riau meninggal dunia sepekan setelah disuntik vaksin Corona. Kedua warga yang meninggal itu berasal dari Rokan Hulu dan Indragiri Hulu.

Meninggalnya dua warga setelah divaksinasi Corona itu disampaikan oleh Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau Komda KIPI Riau, dr Ligat Pribadi. Dia mengatakan secara total ada 56 kasus orang mengalami KIPI setelah disuntik vaksin Corona.

"Sampai hari ini laporan yang masuk sama kita itu ada 56 kasus KIPI. Dari jumlah itu, 49 kasus KIPI ringan dan tujuh KIPI berat atau serius," ujar Ligat saat dimintai konfirmasi, Jumat (18/6/2021).

"Tujuh KIPI serius ini dua meninggal, satu di Indragiri Hulu dan satu di Rokan Hulu. Untuk yang di Indragiri Hulu ada keluhan 1 minggu setelah vaksin. Tapi seperti biasa, evaluasi 30 menit, tidak ada keluhan dan pulang," katanya.Dari tujuh kasus, dua dilaporkan meninggal dunia. Keduanya disebut tidak mengalami keluhan apa pun 30 menit setelah divaksinasi.

Satu minggu seusai vaksinasi, warga Indragiri Hulu tersebut datang ke puskesmas. Dia datang dengan keluhan demam, meriang, dan kejang satu kali di rumah sakit.

"Saat dievaluasi kadar gula mencapai 540, diperiksa dan dianalisis ternyata tidak ada ditemukan hal-hal lain berkaitan KIPI. Ada riwayat hipertensi, setelah di situ diketahui bahwa ada hipertrofi pada jantung," tegas Ligat.

"Oleh dokter di sana dilakukan scaning kepala tidak ditemukan KIPI dan setelah dirawat meninggal dunia. Untuk kasus Rokan Hulu ini, 2 hari setelah vaksinasi datang ke puskesmas. Dirujuk ke RS swasta, diperiksa darah dan rontgen toraks, dada ada infeksi paru-paru," katanya.Dia mengatakan dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap orang tersebut. Pasien meninggal setelah sempat dirawat.

Pihak rumah sakit kemudian meminta pasien agar dirawat di ruang transit sambil menunggu tes swab PCR. Namun pasien menolak dan pulang.

"Pasien disarankan dirawat di ruang transit sambil dan dilakukan PCR. Pasien menolak dan pulang. Andai dirawat, kita tahu apakah ini COVID atau non-COVID. Tapi yang jelas ini ada infeksi paru," katanya.

Untuk memastikan penyebab kematian, dr Ligat mengaku akan berkoordinasi dengan pengurus pusat KIPI di Jakarta. Termasuk tim ahli untuk klarifikasi apa ada hubungan dengan vaksin atau tidak."Setelah beberapa hari di rumah, kembali lagi ke rumah sakit. Balik dalam keadaan memburuk dan meninggal, ini dianggap sebagai infeksi paru," katanya.

Post a Comment

0 Comments