UAS: Haram Masuk Rumah Ibadah Orang Lain, Gus Miftah Pidato di Gereja

Foto: Ustad Abdul Somad dan Gus Miftah (Istimewa)

Kabar a-tim -- 

Video cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Miftah Maulana Ibrahim atau Gus Miftah jadi bahan perbincangan. Video itu terlihat dirinya sedang membacakan puisi di Gereja Bethel Indonesia atau GBI.

Video itu, dinggah oleh Gus Miftah sendiri melalui akun Instagramnya. Dia kemudian di-bully dan dianggap telah keluar dari Islam karena mencampur adukan ajaran agama.

Dilansir dari kanal YouTube Ustadz Lovers, Ustad Abdul Somad (UAS) menjelaskan hukum Islam masuk ke dalam rumah Ibadah orang lain. Atau bahkan sampai ikut melakukan ritual peribadatan meskipun hati menolak.

“Haram hukumnya masuk ke rumah Ibadah orang lain. Haram! Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat Ibadah, jika di dalam itu ada patung berhala,” kata Ustad Abdul Somad dikutip FIN, Senin (3/5).

UAS mengatakan, di dalam mazhab Syafiih, masuk ke dalam rumah Ibadah agama lain yang ada patung berhala, hukumnya haram.

“Maka dalam Islam, mazhab Syafiih mengharamkan masuk ke dalam rumah Ibadah yang di dalamnya ada berhala,” jelas UAS.

UAS bilang, agama Islam telah sempurna. Tidak perlu diajarkan bagaimana hubungan interaksi sosial dengan agama lain. UAS menilai saat ini banyak yang salah memaknai arti toleransi itu sendiri.

“Tapi kalau masalah Ibadah, ritual, tak ada tawar menawar: bagimu agama mu, bagiku agamaku. Ini sekarang banyak yang kebablasan, mana toleransi, mana telur asin. Jangan karena toleransi mengorbankan akidah,” papar UAS.

Sebelumnya, Gus Mifta mengklarifikasi video tersebut. Dia menjelaskan bahwa video itu bukan dalam rangka ikut ritual peribadatan. Tetapi hanya memberikan pidato kebangsaan dalam rangka peresmian Gereja Bethel Indonesia atau GBI. Saat itu, hadir pula Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sekjen PBNU Gus Helmi.

“Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi, dan beberapa tokoh agama lainya. Dan itu atas undangan mereka, acara yang mereka berikan ke saya pun, judulnya orasi kebangsaan dalam peresmian GBI. Bukan dalam rangka peribadatan, dicatat dalam rangka peresmian bukan dalam rangka peribadatan,” kata Gus Miftah, dikutip Senin (3/4).

Gus Miftah mengakui dihujat habis-habisan oleh netizen. Namun demikian, dirinya tidak menanggapi dan tetap bersyukur.

“Saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan lain sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak, saya bersyukur, alhamdulillah,” lanjutnya.

“Saya kemudian berpikir, orang seperti saya yang kebetulan dikasih Allah, jadi orang yang mampu membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat untuk jadi mualaf, hanya gara-gara video tersebut saya dikatakan kafir,” bebernya.

“Luar biasa, itulah dakwah zaman sekarang. Kalau dakwah zaman dulu tugasnya meng-Islamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir-kafirkan orang Islam,” tukasnya.(Wartakotapost)

Post a Comment

0 Comments