Rumah Sakit Indonesia di Palestina Dihancurkan Zionist Israel, Begini Reaksi Mer-C

Kabar a-tim — Kekejaman Israel semakin menjadi-jadi. Dengan membabi buta Israel menyerang Palestina. Rumah Sakit Indonesia yang berada di Gaza, Palestina hancur serang negara Yahudi itu.

*Ribuan Warga London Turun ke Jalan Dukung Kemerdekaan Palestina*

Dengan menghancurkan Rumah Sakit Indonesia, Israel dikecam. Kecaman ini disampaikan Organisasi sosial kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia.

Ketua Presidium Mer-C Sarbini Abdul Murad mengungkapkan serangan tersebut patut dikutuk. Alasannya rumah sakit tersebut dibangun dari uang yang dikumpulkan oleh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Pembangunan rumah sakit tersebut, kata Sarbini, tidaklah mudah dan memakan waktu bertahun-tahun.

“Tadi malam kita juga mendapat informasi yang mengenaskan di mana salah satu ruangan Rumah Sakit

Indonesia mengalami kerusakan akibat getaran yang dilakukan Israel dan saya menyatakan bahwa aksi ini adalah aksi yang patut dikutuk,” kata Sarbini saat konferensi pers yang ditayangkan di kanal Youtube MER-C Indonesia pada Rabu (12/5/2021).

Rumah sakit tersebut, kata dia, telah menjadi simbol hubungan emosional dan bersejarah antara Indonesia dan Palestina.

Berdirinya rumah sakit tersebut, kata Sarbini, merupakan bentuk hubungan yang mesra antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

“Oleh sebab itu wajar jika Indonesia sangat terluka dengan peristiwa ini. Dan kami minta kepada pemerintah,

terutama Kementerian Luar Negeri untuk memastikan agar aksi-aksi ini tidak berkelanjutan,” kata Sarbini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun rumah sakit tersebut berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Rumah sakit tersebut mulai beroperasi pada 27 Desember 2015.

*Ribuan Warga London Turun ke Jalan Dukung Kemerdekaan Palestina*

Ribuan pengunjuk rasa pro- Palestina berkumpul di luar kediaman resmi Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson di pusat kota London pada Selasa (11/4) waktu setempat.

Mereka menuntut Israel menghentikan serangan udara di Jalur Gaza yang telah menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak dan wanita hamil.

Mereka sempat dihadang demonstrasi kecil pendukung Zionis-Israel. Pawai pro-Palestina dihadiri tokoh politik Inggris terkemuka termasuk Jeremy Corbyn, mantan pemimpin oposisi utama Partai Buruh.

Sebelumnya pada hari itu dia men-tweet, “Serangan provokatif yang disengaja di Masjid Al-Aqsa dan invasi rumah yang sedang berlangsung (di) Sheikh Jarrah telah menyebabkan kekerasan yang menghebohkan di Yerusalem. Sebagai kekuatan pendudukan, pemerintah Israel memiliki bakat memperbaiki situasi saat ini dan tidak memperburuknya.”

Video muncul menunjukkan bentrokan antara dua kelompok yang berlawanan di London. Polisi dan petugas keamanan berusaha memisahkan kedua kelompok tersebut.

Massa pro-Palestina meneriakkan “aib pada Anda” pada para demonstran pro-Zionis-Israel.

Polisi bersenjata, sementara itu, dikerahkan untuk menjaga Kedutaan Besar Israel di London.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu menulis tweet, “Saya mendesak Israel dan Palestina untuk mundur dari tepi jurang dan kedua belah pihak menunjukkan pengekangan. Inggris sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan dan korban sipil dan kami ingin melihat penurunan ketegangan yang mendesak.” (Hajinews.id)

Post a Comment

0 Comments