Memeka Ekonomi Warga, Bupati Dogiyai Temui Peternak di Deiyapa

Kabar a-tim | DOGIYAI - Memeka (peduli) terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa mengunjungi sala satu peternak babi dan unggas Anton Pekei Warga Kampung Deiyapa, Distrik Kamu Timur, Kabupaten dogiyai Papua, Jumat (07/05/21).

 “Jumat lalu saya kunjungi Anton di Deiyapa, konon katanya dia peternak babi, bebek, itik, dan ayam. Saya melihat langsung dan benar dia rintis usahanya sebagai peternak dengan apa adanya, lantas saya merasa sedih lapis haru melihatnya,”kata Bupati Dumupa kepada awak media, Minggu (16/05/21).

Dumupa mengapresiasi semangat wirausaha yang dimiliki sebagian anak muda Dogiyai, termasuk Anton Pekei. Apalagi, bebek, ayak, dan itik itu didatangkan dari Nabire, kabupaten tetangga berjarak ratusan kilometer bermodal sepeda motor pribadi.

“Saat saya berbincang-bincang, saya lihat anak muda ini punya jiwa wirausaha yang tinggi. Beberapa waktu sebelumnya, Anton pernah mengeluhkan soal modal untuk merintis usaha kecilnya ini,”akunya.

Dikatakan Dumupa, Ia hadir dan melihat langsung adalah untuk memberikan spirit dan penguatan terhadap usaha yang dirintis Anton agar kelak usahanya dikembangkan menjadi besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat Meeuwoodidee (Dogiyai, Deiyai, dan Paniai).

“Saya akan memberikan bantuan modal usaha agar usaha ini membawa manfaat tak hanya bagi keluarga namun juga untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan Meuwoodidee,” katanya.

Dumupa mengatakan, komitmen dan kerja keras melalui usaha-usaha kecil semacam inilah yang selama ini  ia maksud dan kampanyekan melalui slogan ‘Kerja untuk Hidup Mandiri’. Pekei adalah satu di antara sekian anak muda yang menyadari arti kerja untuk hidup mandiri,”sahut Dumupa.

 “Selama tiga tahun memimpin Dogiyai, saya sudah memberikan bantuan modal usaha kepada seribuan warga masyarakat untuk sebagai modal usaha di bidang peternakan dan pertanian. Sebagian saya lihat mulai sukses, sebagian gagal. Tapi, bantuan modal akan terus saya berikan kepada warga yang berniat mengembangkan usaha. Niat dan cita-cita saya satu waktu warga mandiri,” katanya.

Dumupa berharap agar ke depan makin banyak masyarakat Dogiyai mau bekerja mandiri memanfaatkan segala potensi dan peluang yang tersedia agar hidup mandiri dengan kemampuannya sendiri.
Sebelumnya Anton Pekei pelaku usaha Peternak Babi dan Unggas mengaku, dirinya pernah menyampaikan usaha yang dirintisnya kepada Bupati. Ia memohon kepada Bupati berupa bantuan modal usaha untuk membuat kandang ternak, namun tak di gubris ketika itu. 

“Tapi saya tak menyangka. Setelah beberapa pecan saya lapor, beliau melihat langsung kandang usaha peternakan. Jumat kemarin tiba-tiba kaka Bupati datang kaki kosong ke rumah lalu melihat kandang dan usaha ternak. Saya kaget dan terharu sekali,” sahut Anton Pekei melalui sambungan telepon seluler kepada wartawan, Sabtu (15/05/21).

Anton mengaku, banyak hal seputar usaha yang diritintisnya telah Ia ulas kepada orang nomor satu Dogiyai dalam perbincangan dan beliau sudah sampaikan untuk akan diberikan modal usaha. 

“saya sudah bicarakan semua kepada kaka bupati terkait usaha ternak  yang saya tekuni saat ini dan saya senang karena kaka bupati akan bantu saya. pada saat kaka bupati mau pulang dia membeli enam ekor bebek dengan maksud membantu usaha saya. terima kasih kaka bupati Tuhan selalu bersama mu,”pungkas Anton haru. 
Bantuan untuk ASN

Bupati Dumupa juga mengaku, pihaknya juga pernah membantu Ibrasia Iyai, Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Dawaikunu, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai. Tahun 2019, Iyai yang juga seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dogiyai menyambangi Bupati Dumupa di kantornya. Ibu guru Iyai meminta bantuan dana untuk membuka kebun kacang tanah dan jagung. Saat itu Bupati Dumupa tidak langsung memberikan uang, tapi meminta Iyai bekerja dulu untuk menunjukkan bukti benar-benar bekerja.

“Di luar dugaan, enam bulan kemudian beliau muncul di kantor Bupati dengan satu noken besar yang berisi jagung dan satu noken besar berisi kacang tanah. Dia bilang, “Bapa Bupati suruh saya bikin kebun to? Sekarang saya sudah bikin kebun. Ini saya bawa hasil kebun satu noken jagung dan satu noken kacang. Sekarang Bapa Bupati kasih uang,” kata Dumupa menirukan nada Ibu iyai sembari ketawa. 

Melihat kesungguhan guru Iyai, Dumupa memberikan modal usaha senilai  30 juta rupiah “Ibu ini hebat. Sekalipun beliau seorang ASN dengan jabatan sebagai kepala sekolah, tetapi sampai sekarang masih konsisten berkebun. Dia membiayai sekolah anak-anaknya dengan hasil kebun,” tutupnya.

Post a Comment

0 Comments