Lagi Pria Aceh di Buru Police Malaysia Tersandung Kasus Narkoba Senilai RM22,46 Juta

Perburuan polisi (dari kiri) Razali, Hafis Fareza dan Zulfikar untuk penyelidikan lebih lanjut tentang penyitaan narkoba senilai RM22,46 juta di Bukit Mertajam pada hari Kamis.
Oleh iswan shafiq isa

Kabaracehtimur.online | Malaysia - Polisi memburu orang Indonesia lain dalam kasus Sindikat Perdagangan Narkoba RM22,46 juta yang dinonaktifkan oleh dua anggota Unit Patroli Motor (URB) di Juru Sentral, Bukit Mertajam Di Sini Kamis lalu.

Kepala Kepolisian Distrik Sberang Perai Tengah, Asisten Komisaris Shafee Abd. Samad mengatakan polisi sedang mencari tersangka dari Aceh diidentifikasi sebagai Razali berusia 37 tahun.

"Tersangka adalah penyewa rumah di mana kasus narkoba ditemukan di kondominium tengah, Jalan Juru Sentral.

"Karena itu, penemuan tersangka ini sangat penting untuk melengkapi investigasi kasus," katanya dalam sebuah pernyataan di sini hari ini.

Publik dengan informasi tentang tersangka diminta untuk menghubungi petugas investigasi, Inspektur Sity Najwa Mohd. ABD. Latif pada 010-2882 662.

Polisi sebelumnya memburu dua tersangka yang melarikan diri selama serangan pria yang diidentifikasi sebagai Hafis Aceh Fareza, 21, dan Zulfikar, 32.

Cosmo! Menurut online kemarin melaporkan bahwa polisi memukuli sindikat perdagangan narkoba setelah dua anggota URB mendeteksi tiga orang mentransfer obat Syaabu dari truk ke dalam kendaraan Honda Brv Sports (SUV) di Sentral Kamis.

Seorang tersangka berusia 23 tahun ditangkap dalam insiden sekitar jam 2 pagi, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri.

Setelah penangkapan, polisi menemukan 601 Syaabu yang dikemas dengan berat 623,76 kilogram senilai RM22,46 juta.

Artikel : Kosmo.com.my

Post a Comment

0 Comments