Korban Bencana NTT Cuma Dapat Bantuan 1 Kg Beras, Sebungkus Mi, dan Sebutir Telur


Tangkapan layar postingan soal bantuan yang diterima korban bencana NTT

Kabaracehtimur.online -- 
Satu postingan mengenai bantuan sembako bagi korban badai Seroja di wilayah Nusa Tenggara Timur viral di media sosial sepekan terakhir. Bagaimana tidak, bantuan yang diterima warga hanya 1 Kg beras, sebutir telur dan sebungkus mi instan.

"Bantuan ini dibagikan pada Jumat 16 April 2021 di rumah ketua RT. Bantuan itu kami merasa seperti diolok oleh pemerintah. Karena hanya telur satu butir ini kami lucu," kata Yuli Bureni, salah seorang warga penerima bantuan di Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (21/4).

Yuli menceritakan, saat menerima bantuan itu dia seperti tidak percaya pemerintah hanya membantu sebutir telur ayam, sebungkus mi instan, serta 1 Kg beras."Kami juga tidak tahu persis bantuan dari pemerintah atau dari mana. Waktu itu kepala dusun pergi ke kantor desa untuk mengambil bantuan dan diberikan kepada RT dan RW, agar dibagikan kepada 22 kepala keluarga di Dusun 8," ujar warga RT 8 Dusun 8 itu.

Walaupun hanya menerima bantuan ala kadarnya, Yuli berterima kasih. "Mungkin kemampuan pemerintah hanya seperti itu, jadi kami tetap berterima kasih, semoga Tuhan memberkati bapak-bapak pemerintah," Ucapnya.

Yuli menceritakan, ketika badai Seroja menerjang, kebun kacang dan beberapa ekor sapi miliknya hanyut tersapu banjir. "Rumah saya juga atapnya berantakan dihantam angin," katanya.

Penjabat Kepala Desa Merbaun Yahya Otemusu saat dikonfirmasi wartawan memaparkan 164 kepala keluarga di Desa Merbaun terdampak bencana. "Ada yang rusak berat, ada yang sedang dan ada yang ringan, tetapi 166 termasuk dua fasilitas umum dan 164 rumah warga terkena bencana Seroja," Katanya.

Yahya Otemusu menjelaskan, Kamis (15/4) kemarin, kaur desa mengambil bantuan di posko bencana di Kelurahan Tenbaun berupa beras, 171 bungkus mi dan 205 butir telur, serta 2 liter minyak goreng.

"Kalau telur hanya 205 butir dan supermie hanya 171 bungkus. Kalau kita bagi per kepala keluarga dua butir telur dan dua bungkus mi pasti tidak cukup, karena korban bencana itu ada 164 kepala keluarga," jelasnya.

Menurut Yahya Otemusu, sisa dari pembagian telur dan mi instan diberikan kepada kepala dusun, agar digunakan pada saat gotong-royong pembersihan desa pascabadai Seroja.

"Jadi kalau ada masyarakat yang mengeluh, silakan komplain ke camat dan bupati. Kita di lapangan hanya terima dan teruskan kepada masyarakat. Kami omong apa adanya," tegasnya.

”Bantuan tersebut tetap disalurkan kepada masyarakat, karena itu merupakan perhatian pemerintah,"imbuhnya. 

(mdk/yan) by Merdeka.com

Post a Comment

0 Comments