Kapal Selam Selundupkan 2.500 Kokain Bernilai Rp 1,039 Triliun


Kabaracehtimur.online | SAN JUAN - Agen federal dari Puerto Rico mengamankan 2.500 kg kokain yang diselundupkan di dalam kapal selam dari Colombia pada awal April ini.

Kapal selam itu pertama dicegat di Laut Karibia, pulau di dalam teritori Amerika Serikat, menurut laporan W Stephen Muldrow, Jaksa Wilayah Puerto Rico, AS dalam konferensi pers pada Senin (26/4/2021).

Kendaraan semi kapal selam itu berangkat dari Colombia menuju Puerto Rico untuk mengirimkan kokain bernilai 72 juta dollar AS (Rp 1,039 triliun), Daily Mail pada Rabu (28/4/2021). 

Penangkapan dilakukan di Coast Guard, AS, sekitar 152 mil (244,6 km) di lepas pantai utara kota pelabuhan Colombia, Punta Gallinas pada 8 April.

Warga negara Colombia, Arturo González-Quiñones, Freiman Yepes-Ospina, dan José Álvaro Córdoba-Rentería, ditangkap dan didakwa oleh dewan juri federal pada 4 April.

Mereka mendapatkan empat dakwaan yang mencakup tuduhan konspirasi untuk memiliki kokain dalam jumlah besar dengan maksud untuk dikirim ke Puerto Rico.

Muldrow mengungkapkan González-Quiñones adalah orang lama yang pernah dituntut dalam kasus perdagangan narkoba pada 2008 silam.

Ia menangani kasus González-Quiñones pada 2008 silam, saat dirinya masih menjadi jaksa federal di Tampa, Florida

Muldrow mengatakan bahwa kasus perdagangan narkoba yang diselundupkan di kendaraan semi kapal selam ini akan menjadi yang pertama bagi Puerto Rico menuntut para penyelundup narkoba, berdasarkan Undang-Undang Interdiksi Kapal Perdagangan Narkoba 2008.

Kebijakan Kongres Amerika Serikat melarang "pengoperasian atau perjalanan di kapal selam yang tidak terdaftar dan semi-kapal selam di perairan internasional dengan maksud untuk menghindari deteksi".

Kapal itu memiliki panjang sekitar 52 kaki (15,8 m) dan lebar 8 kaki (2,4 m) dengan kompartemen 25 kaki (7,6 m), di mana bungkusan kokain besar disembunyikan.

Muldrow mengatakan bahwa Caribbean Corridor Strike Force (CCSF) telah menyita lebih dari 17.000 kg kokain, yang diperkirakan bernilai 500 juta dollar AS (Rp 7,2 triliun), selama tahun fiskal 2021.

Pihak berwenang sejauh ini telah mendakwa 82 terdakwa terkait dengan penyitaan perdagangan narkoba.(Kompas.com)

Post a Comment

0 Comments