DPP PEMUDA LIRA, GUBERNUR MALUKU TAK MAU BERTANGGUNG JAWAB

Kabaracehtimur.online | Jakarta -- 
Ucapan gubernur pada sidang paripurna DPRD Prov. Maluku Jumat (16/4/2021) lalu merupakan kekeliruan besar yang disampaikan oleh seorang kepala daerah. Hal ini ditegaskan oleh Sandri Rumanama saat di hubungi media ini.

"Ucapan Pak Gubernur Maluku,  Murad Ismail itu kekeliruan besar sebagai seorang kepala daerah". Tegas alumni GMNI ini. 

Sandri menambahkan ucapan Gubernur tidak menunjukan sebagai seorang pimpinan di daerah tapi ucapan-nya itu sebagai seorang politisi. Pak Gubernur harus bisa membedakan mana dia sebagai gubernur dan mana dia sebagai seorang politisi. Jelas Sandri

" Saya ini sebagai kordinator tim pemenang beliau di kecamatan Pulau Gorom (Kab. Seram Bagian Timur)  saya sampai mau dilaporkan di POLDA Maluku kala itu karena postingan saya demi untuk memenangkan pasangan Murad-Orno,  tapi saya tidak banyak menuntut apa-apa sama beliau asalkan beliau mau melihat Maluku yang terintegrasi di dalamnya tanah lahir saya Kab. Seram Bagian Timur ". Kenang Sandri sembari berharap. 

Sandri menuturkan bahwa bukan soal janji dan 6 persen suara yang beliau dapatkan, namun ini soal tanggungjawab beliau sebagai gubernur Maluku karena SBT adalah bagian integral dari Provinsi Maluku itu sendiri. 

Ketua Organisasi Kaderisasi & Kepemudaan (OKK),  Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (PEMUDA LIRA) ini, menegaskan bahwa daerah tidak akan maju kalau seorang gubernur memiliki gaya berfikir seperti pak Murad Ismail. 

"Jangan Harap Daerah Ini Maju Kalau Seorang Gubernur Berfikir Seperti Soerang Politisi". Tutupnya. (*)

Post a Comment

0 Comments