Diduga, Ratusan Juta Dana Bangun Meunasah Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

Diduga, Ratusan Juta Dana Bangun Meunasah Dipakai untuk Kepentingan Pribadi.



Darul Ihsan - Diduga, ratusan juta dana desa tahun 2020, untuk pembangunan Meunasah Desa Seuneubok Aceh Baro, Kecamatan Darul Ikshan, Kabupaten Aceh Timur, dipakai oleh oknum aparat desa tersebut untuk kepentingan pribadi, sehingga menyebabkan pembangunan fasilitas publik tersebut terbengkalai.

Dugaan penyimpangan dana desa tersebut telah diketahui warga,bahkan penegak hukum setempat, sejak akhir tahun 2020 lalu, namun hingga kini belum juga mendapatkan tanggapan dari pihak berwenang.

" Pembangunan meunasah ini tidak dilanjutkan, karena kami menduga uangnya dipakai oleh oknum aparat desa, padahal masyarakat sudah lama mempertanyakan soal ini, dan juga masalah dana lainnya, sudah kami informasikan ke pihak berwenang, tapi belum ada tanggapan," kata Ketua Tuha Peut Desa Seuneubok Aceh, Muktar alias Kureng, Jumat 3 April 2021.

Menurut Muktar, persoalan anggaran di desa tersebut dikelola sangat tertutup, bahkan nyaris tidak melibatkan pihaknya dan masyarakat.

"Kami banyak enggak tahu soal anggaran desa ini kemana saja, terutama soal meunasah ini, enggak ada laporannya kepada kami, sehingga pembangunannya terbengkalai, padahal uangnya sudah dicairkan seratus persen pada tahun 2020, sebesar Rp.150 juta,' ungkap Muktar.

Mukhtar menambahkan,meunasah yang sebelumnya telah sempat dibangun sejak tahun 2019  menggunakan dana desa sebesar Rp.135 juta tersebut, semestinya sudah dapat digunakan pada tahun ini, namun masyarakat justru tidak dapat memanfaatkannya.

" Enggak ada masalah di sini, masalahnya cuma uang sudah cair tapi pembangunan tidak dikerjakan, dan bukan uang mengasah ini saja yang enggak jelas, tapi uang pemuda, uang posyandu, gotong royong, BUMG dan lainnya juga  begitu, itu semua sudah kami laporkan ke inspektorat, ke Camat, Polsek, tapi tidak ada tanggapan," ungkap Muktar.

Muktar mendesak pihak penegak hukum segera mengusut penggunaan dana desa di desa tersebut, agar masyarakat dapat mengetahui perihal yang sebenarnya.

" Ya, kami ingin ini segera diusut dan diluruskan oleh pihak terkait, supaya masyarakat tahu, sebab kami aja enggak tahu kemana uang itu, geuchik katanya mau adakan rapat tapi sampai sekarang tidak pernah ada musyawarah, bahkan seolah selalu menghindar," ketus Muktar.

Sementara itu, Geuchik Seuneubok Aceh, Zulkifli, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa dana pembangunan tersebut sempat terpakai oleh salah seorang oknum aparat di desanya. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan dana tersebut sudah diketahui inspektorat dan diminta untuk dikembalikan.

"Ya, memang ada dipakainya, tapi senin nanti katanya dikembalikan, katanya waktu itu mau turun inspektorat, mereka sudah tau,tapi disuruh kembalikan saja uangnya," pungkas Zulkifli.(*)

Post a Comment

0 Comments