Amat Leumbeng Panglima GAM Asahan Ajak Warga Kumpul "Peng Grik" untuk Pelaksanaan Pilkada 2022



HABANANGGROE24.COM | ACEH TIMUR - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menunda pelaksanaan pilkada 2022.

 Hal tersebut berdasarkan hasil rapat pleno yang dilaksanakan KIP Aceh pada Jumat 2 April 2021 Malam.

 1) Penundaan seluruh tahapan, program, dan jadwal penyelengaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Provinsi Aceh tahun 2022 sebagai mana keputusan KIP Aceh Nomor 1/PP.01.2-Kpt/II/Prov/I/2021 sampai dengan adanya kebijakan lebih lanjut dari pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan.

 2) Mengusulkan penundaan seluruh tahapan, program, dan jadwal penyelengaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Provinsi Aceh tahun 2022 sebagai mana keputusan KIP Aceh Nomor 1/PP.01.2-Kpt/II/Prov/I/2021 kepada pimpinan DPRA untuk diteruskan kepada Gubernur Aceh.

Dilansir dari Nukilan.id edisi Jumat (2/04/2020) yang berjudul,Kip Aceh : Gubernur Sudah Keluarkan Surat,Pemerintah Tak Punya DuitGelar Pilkada

Hal tersebut di tanggapi langsung Amat Leumbeng Panglima GAM Asahan,Ia mengatakan jika pemerintah Aceh tidak ada uang untuk pelaksanaan pilkada rakyat Aceh siap mengunpulkan Peng Grik untuk pelaksanaan pilkada 2022

"Jika Pemerintah Aceh tidak ada uang untuk pelaksanaan Pilkada,kami masyarakat Aceh siap mengumpulkan Peng Grik (Uang Receh) untuk pelaksanaan Pilkada 2022,ini saya rasa bukan sebuah alasan untuk penundaan pilkada 2022,Jika ini tidak di indahkan dalam waktu secepatnya,saya akan membuat posko PENG GRIK UNTUK PILKADA ACEH 2022" Ujar Amat Leumbeng


"Dalam hal ini saya juga meminta pemerintah Aceh agar menghargai UUPA yang telah ada dari hasil MoU Helsingki antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka,Aceh memiliki Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh yang didalamnya mengatur pelaksanaan Pilkada Aceh,Bapak Gubernur yang terhormat terpilih pada pilkada 2017 yang lalu itu juga ada termasuk peraturan pilkada yang tertuang dalam pilkada,jangan sekarang anda sudah menduduki geburnu tunggal anda tidak menghargai lagi UUPA Nomor 11 Tahun 2006," Tegas Amat Leumbeng yang juga wakil komisi C DPRK Aceh Timur Fraksi Partai Aceh

Post a Comment

0 Comments