Siswi di Langsa di Duga di Rudapaksa 11 Pria, Satu Pria masih DPO

Siswi di Langsa di Duga di Rudapaksa 11 Pria, Satu Pria masih DPO

LANGSA - Sepuluh pria melakukan rudapaksa terhadap seorang siswi di Langsa, Sabtu (16/3) sekira pukul 20:30 di dalam rumah kosong di Kec. Langsa Kota.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH, Rabu (31/3) dalam press rilis di Mapolres Langsa mengatakan, kesepuluh tersangka MRA, 17, MS, 18, MOS, 19, MVP, 15, MRE, 18, NS, 17, MH, 19, MKA, 21, MNH, 17, dan BK, 19, warga Langsa masih DPO.

Dijelaskan Kapolres, dugaan rudapaksa yang yang terjadi terhadap korban dengan cara membawa korban ke sebuah rumah kosong di kawasan Kec. Langsa Kota yang mana di rumah tersebut sudah ada tersangka MS dan tersangka BK yang sudah menunggu. Kemudian disusul tersangka MRE, MVP, MOS, MKA, NS, MH, MNH ke rumah kosong tersebut sehingga korban dirudapkasa secara bergilir.

Kasus rudapaksa tersebut terjadi dikarenakan tersangka MRA memiliki hutang terhadap tersangka MS namun tersangka MRA tidak sanggup membayarnya, sehingga MS meminta bayaran hutang tersebut dengan membawakan perempuan sebagai ganti hutangnya.

“Setelah dilakukan penyelidikan oleh Reskrim Polres Langsa dengan mengumpulkan bahan keterangan dan menemukan dua alat bukti yang cukup untuk dilakukan upaya penangkapan,” sebut Kapolres.

Selanjutnya, Sabtu (20/3) sekira pukul 03:00 dilakukan penangkapan terhadap tersangka NS, MKA MH, MNH, MRA, MRE, MVP, MS yang pada saat itu setiap tersangka ditangkap di dalam rumah tersangka masing-masing.

Kemudian, Selasa (23/3) sekira pukul 12:45 tersangka MS dan tersangka MOS menyerahkan diri ke Polres Langsa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara satu tersangka BK berhasil melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi (DPO).

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH dalam press rilis kasus rudapaksa terhadap seorang siswi di Langsa dan tampak dalam gambar para tersangka di Mapolres Langsa, Rabu (31/3). Siswi Di Langsa Dirudapaksa 10 Pria. Waspada/dede

Selain itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti dari korban, berupa kain sarung berwarna coklat muda dan coklat tua dengan motif garis-garis berwarna putih, satu jilbab segi empat polos berwarna merah marun, baju berlengan panjang berwarna merah marun dengan dengan tulisan di bagian dada depan “Just Peachy”, berwarna merah muda, satu celana panjang jins berbahan karet berwarna biru muda, satu celana dalam polos berwana merah marun berbahan karet, satu bra berwarna merah muda polos.

Para tersangka dikenakan Pasal 47 Sub Pasal 46 dan atau Pasal 50 Sub Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Sub Pasal 55 KUHPidana Sub Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Ancaman Hukuman, Pasal 50 diancam dengan penjara/kurungan paling singkat 150 (seratus lima puluh) bulan dan paling lama 200 (dua ratus) bulan dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana Anak Pengurangan 1/3 Hukuman dari ancaman orang dewasa,” pungkas Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro. (b13)

Sumber : Waspada/TanyoeLangsa

Post a Comment

0 Comments