Seruan Syekhy Terhadap Aksi Penurunan Wali Nanggroe, Mualem : Bek Jak Mita Masalah!

“Saya tegaskan kepada seluruh KPA/PA untuk tidak terpancing dengan aksi provokatif yang disuarakan Syekhy. Saya instruksikan kepada KPA/PA ban sigom Aceh untuk pro aktif dalam memproteksi ujaran provokatif yang dilontarkan oknum tak bertanggungjawab,” kata Muzakir Manaf alias Mualem kepada AcehJurnal.co, Jumat (19/3).

Mualem menegaskan, aksi demo yang dilontarkan pria yang sempat mengaku sebagai juru bicara GAM di Australia ini sangat tendensius dan sangat merusak citra perdamaian Aceh. Menurutnya, Syekhy sengaja menggiring opini negatif ke publik dengan menciptakan politik adu domba antar elemen masyarakat Aceh. Apalagi di tengah pandemi, berkumpul dalam keramaian akan menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan. Belum lagi soal ketimpangan ekonomi sangat dirasakan masyarakat Aceh di tengah wabah Covid-19.

Mualem mencontohkan, ancaman pengerahan massa yang sempat dilontarkan Syekhy beberapa waktu lalu menjadi polemik. Pasalnya,sebagian peserta yang diajak mengaku diiming-imingkan sejumlah ulang. Berbicara soal realisasi perdamaian MoU Helsinki, kata Mualem lagi, tentu bukan hanya tanggungjawab elit GAM selaku tim juru runding damai. Disana ada pihak Pemerintah Republik Indonesia serta pihak Uni Eropa selaku tim penengah untuk mewujudkan perdamaian Aceh agar tetap hakiki.

“Jika nanti ada pengerahan sejumlah peserta dari luar Aceh, siapa yang bertanggungjawab? Apalagi kondisi negeri kita masih dilanda wabah covid-19. Apakah Syekhy sanggup mengakomodasi mereka dengan baik,” kata Mualem lagi.

Mualem menambahkan, seruan aksi demo yang dilontarkan Syekhy sangat berimplikasi terhadap proses perdamaian Aceh yang telah dirawat selama satu dekade silam. Apalagi selama ini Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar selama ini telah berusaha berbuat demi kebaikan Aceh menjadi lebih baik. Salah satunya terus memperjuangkan segala bentuk kekhususan Aceh yang termaktub dalam butir-butir perjanjian damai MoU Helsinki.

Lebih lanjut, Mualem juga ikut mempertanyakan kontribusi positif Syekhy terhadap pembangunan Aceh. Pasalnya, ia selama ini sengaja mencari sensasi dengan melontarkan pernyataan kontroversial untuk memecah belah elemen maysarakat Aceh, khususnya internal kombatan GAM.

“Meunyoe han ek peugoet, bek kapeureuloh. Bek jak mita masalah (kalau tidak sanggup berbuat, jangan mencoba merusak. Jangan mencari masalah),” tegas Mualem.


Sumber : Acehjurnal.com

Post a Comment

0 Comments