Satu Balita Terpaksa Tinggal Bersama Ibunya di Lapas, Yahya Boh Kaye Bantu Kasur dan Perlengkapan Bayi

M. Yahya Ys, Anggota DPRK didampingi petugas kalapas menyerahkan bantuan perlengkapan Bayi dan kasur terhadap Terpidana Nurhayati di salah satu ruangan Lapas kelas IIB Aceh Timur.

KABARACEHTIMUR.online | Idi Rayeuk – Muhammad Khalik, Balita yang beranjak usia baru 6 bulan yang masih menyusui harus tinggal bersama ibu nya Nurhayati (31) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Aceh Timur setelah divonis oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Idi menjalani hukum penjara selama 8 bulan atas tindak pidana kekerasan terhadap anak. Idi Rayeuk, Kamis (24/03/2021)

Adanya balita tanpa berdosa yang terpaksa harus tinggal bersama ibunya dipenjara telah mengundang keprihatinan dan empati sejumlah kalangan, baik warga binaan Lapas maupun pihak lainnya, seperti halnya yang dilakukan anggota DPRK Aceh Timur M.Yahya Ys atau Yahya Boh Kaye (YBK), setelah mengetahui kabar tersebut langsung bergerak mengantarkan bantuan perlengkapan bayi dan kasur.

Yahya Boh Kaye menuturkan balita yang masih polos terpaksa tinggal bersama ibunya dipenjara karena masih menyusui, kejadian seperti tentu sangat miris dan meyayat hati kita, di satu sisi kejadian yang menimpa ibu Nurhayati suatu hal yang tidak kita inginkan, namun dari sisi kemanusian kita sangat prihatin karena ada beberapa anak yang masih kecil seharusnya dapat perawatan dan kasih sayang dari ibunya sendiri, apalagi ada yang masih berusia 6 bulan harus tinggal dalam penjara.

“Untuk bantuan awal kita mengantarkan perlengkapan bayi dan kasur pelimbang,” sebut Yahya Boh Kaye saat menyerahkan bantuan di LP. Kamis (24/03).

Selanjut nya kata YBK, ada upaya bantuan untuk meringankan hukuman, seperti tahanan luar atau tahanan rumah.

Politisi Partai Aceh ini menegaskan dirinya siap menjadi penjamin untuk ibu Nurhayati supaya bisa menjalani hukuman luar tahanan atau rumah.

Sebagaimana diketahui PN Idi menjatuhi hukum 8 bulan penjara dari 2 bulan tuntutan jaksa terhadap Nurhayati Warga Desa Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim karena kasus kekerasan terhadap anaknya sendiri.

Istri dari A.Hamid (36) memiliki 4 putra- putri yang masih kecil M.Munayan (10 tahun), Putri Humaira (6 tahun), Aulia Putri (2,3 tahun) dan M.Khalik (6 bulan). Sementara M.Khalik harus tinggal bersama ibunya menjalani hukuman masih mendapatkan Air Susu Ibunya (ASI).

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Post a Comment

0 Comments