Produksi Video Porno dan Dijual ke Luar Negeri, Sepasang Kekasih di Bogor Dibekuk Polisi

Konfrensi Pers Polda Jabar Kasus Video Porno Sejoli di Bogor /Tangkapan layar video Istagram/@humaspolda.jabar/

KABARACEHTIMUR.online - Sepasang kekasih mem-produksi video porno dengan pemeran mereka berdua lalu menjualnya ke situs porno di luar negeri. Meski pembayarannya dilakukan dengan canggih, polisi berhasil mendeteksinya.

Dalam kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menangkap dua orang pelaku yang merupakan sepasang kekasih. Keduanya mem-produksi video porno itu di sebuah hotel yang berada di Bogor, Jawa Barat.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan dua pelaku itu berinisial RTM (31) dan PVT (30). Mereka, kata Erdi, mengkomersialisasikan video itu di situs tayangan asusila luar negeri.

"Jadi tim Subdit Siber Ditreskrimsus melakukan patroli siber dan mendapati adanya video asusila itu, dari analisa diketahui video itu direkam di salah satu hotel di Bogor," kata Erdi Jumat (19/3/2021) dikutip dari Antara.

Disebutkannya, sepasang kekasih itu diamankan di sebuah kamar kontrakan-nya di kawasan Cibinong, Bogor. Mereka memang sengaja membuat video itu dengan motif ekonomi.

Kedua artis film porno tersebut telah memproduksi sebanyak 26 video asusila sejak November 2020. Dari sejumlah video itu, mereka sejauh ini telah meraup sebanyak Rp19,5 juta.

"Yang menarik yakni pembayarannya dilakukan dengan sistem yang unik karena tidak terdeteksi, tapi tim siber berhasil mendeteksi itu," ucap dia.

"Jadi sistem pembayarannya melalui dolar, kemudian masuknya ke akun (situs video asusila) yang lain, lalu dari akun itu ditransfer lagi dalam bentuk rupiah dan diambil oleh pelaku ini," ungkap-nya.

Menurutnya sebanyak 26 video itu diproduksi di tempat yang berbeda-beda dengan waktu yang juga berbeda. Keuntungan dari produksi video itu, memang digunakan oleh pasangan kekasih itu.

"Ini yang laki-laki (RTM) yang punya konten-nya, dan kami dari Ditreskrimsus sudah koordinasi ke Mabes Polri dan ke Kementerian Kominfo untuk sama-sama mencari situs asusila seperti ini," ujar Erdi.

Akibat perbuatannya mem-produksi video porno, mereka terancam 12 tahun penjara dengan jeratan Pasal 27 Ayat 1 jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dan atau Pasal 4 Ayat 1 UURI Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.***


Sumber : Pojoknews.com

Post a Comment

0 Comments