Munarman Hardik Jaksa Sidang Rizieq: Saudara Diam

Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab menghardik jaksa yang memotong ucapannya saat menyampaikan pandangan atas sidang virtual Rizieq di PN Jaktim.
Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Munarman. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Advertisement
Advertisement
Jakarta -- Anggota tim kuasa hukum Rizieq ShihabMunarman menghardik jaksa penuntut umum di ruang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (23/3).

Munarman meminta jaksa untuk diam, lantaran ia sedang menyampaikan pendapat mengenai permintaan Rizieq untuk sidang digelar secara offline atau luar jaringan (luring).

Saat Munarman menyampaikan pandangannya, jaksa penuntut umum memohon kepada majelis hakim untuk berbicara. Tidak terima, Munarman langsung menghardik jaksa.Peristiwa itu terjadi saat Munarman menyampaikan pandangan bahwa persidangan hari ini perlu diskors atau ditunda terlebih dulu. Pasalnya, readyviewed Rizieq selaku terdakwa menolak sidang digelar secara online.

"Entar dulu JPU! Ini giliran saya! Ini giliran saya! Ini giliran saya! Ini giliran saya! Saudara diam! Saudara diam! Tertib lah ya, dari tadi kita sudah tertib, jangan dibikin tidak tertib," kata Munarman.

Melihat tensi meninggi, Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa menengahi perdebatan itu. Suparman meminta Munarman untuk lebih tenang menanggapi polemik ini.

Suparman kemudian memutuskan agar sidang untuk diskors sementara. Ia berjanji bakal memutuskan masalah mengenai teknis persidangan online atau offline ini secara berembuk."Penasihat hukum sebentar ya, menahan diri kedua belah pihak. Karena ini sudah mau masuk waktu salat, sambil kita berpikiran, menganalisa ini, bagaimana jalan yang terbaik untuk lancarnya sidang ini, karena tujuan akhir persidangan menguji surat dakwaan penuntut umum," kata Suparman.

"Mengenai teknis bisa kita rembukan bersama sesuai dengan koridor hukum. Sama dengan Majelis Hakim, membuat penetapan sidang online, dasar hukumnya jelas, bukan tanpa dasar hukum, kalau tanpa dasar hukum namanya Majelis Hakim sewenang-wenang. Kita isoma dulu, salat," tuturnya.

Sebelumnya, eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tetap meminta agar sidang pembacaan eksepsi atau nota keberatan terkait kasus kerumunan di Petamburan digelar secara langsung atau offline di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Terima kasih majelis hakim, sejak awal prinsip saya semula. Saya kokoh agar pembacaan eksepsi dalam sidang offline. Saya ingin dihadirkan di PN Jaktim," kata Rizieq.Hal itu ia katakan saat berada di ruang sidang khusus yang disiapkan di Gedung Bareskrim Polri pada Selasa (23/3).


Sumber : CNN Indonesia 

Post a Comment

0 Comments