Bea Cukai dan BNN Ungkap Kasus Penyelundupan 73,52 Kg Sabu dan 35.915 Butir Ekstasi di Wilayah Aceh

Bea Cukai dan BNN Ungkap Kasus Penyelundupan 73,52 Kg Sabu dan 35.915 Butir Ekstasi di Wilayah Aceh

BANDA ACEH - Sinergi Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan usaha penyelundupan narkotika jenis metaphetamine (sabu) seberat 73,52 (tujuh puluh tiga koma lima puluh dua) kilogram dan 35.915 (tiga puluh lima ribu sembilan ratus lima belas) butir ekstasi. 

Sebagaimana rilis dari Kepala Bidang Humas Kanwil Bea Cukai Aceh Isnu Irwantoro menyebutkan bahwa atas penggagalan penyelundupan tersebut, Badan Narkotika Nasional bersinergi dengan Bea Cukai melaksanakan Konferensi Pers di Kantor Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, (25/3/2021)

Kronologi kejadian

Penyelundupan narkoba melalui jalur laut dari Malaysia ke wilayah Aceh kembali dilakukan oleh anggota jaringan sindikat narkoba.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas Bea Cukai dan BNN melakukan operasi bersama dengan melakukan penyisiran di perairan Langsa, Aceh pada tanggal 11, 14,15 dan 16 Maret 2021.
 
Dalam kegiatan operasi bersama tersebut, pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021 petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal nelayan yang melintas di sekitar kapal patroli Bea dan Cukai BC 20008.

Pada saat dilakukan pemeriksaaan terhadap suatu kapal, petugas berhasil menemukan dan menyita sabu sebanyak 70 (tujuh puluh) bungkus  seberat 73,52 (tujuh puluh tiga koma lima puluh dua) kilogram dan 10 (sepuluh) bungkus ekstasi sebanyak 35.915 (tiga puluh lima ribu sembilan ratus lima belas) butir. 

Selain barang bukti berupa narkotikaOK tersebut, telah ditemukan juga barang bukti berupa 3 (tiga) buah identitas tersangka, 1 (satu) unit telepon genggam, dan 1 (satu) unit mobil Honda Jazz dengan plat BK 1706 UB. Di kapal nelayan tersebut petugas mengamankan 3 (tiga) orang ABK berinisial AB, GS dan MR.
 
Atas penangkapan tersebut pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan MUL di daerah Pidie yang berperan sebagai pengendali jaringan.

Nah, selanjutnya atas barang bukti dan 4 (empat) tersangka tersebut dibawa ke Jakarta untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Atas penindakan sabu ini, Tim gabungan Bea Cukai dan BNN ini setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 300.000 (tiga ratus ribu) anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan perbuatan para tersangka dapat diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Penindakan secara kontinyu dan masif yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain merupakan bukti keseriusan Pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika.

Bea Cukai berharap agar masyarakat dapat turut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan mencurigakan khususnya terkait peredaran gelap narkotika.(*)


Sumber : Acehstandar.com

Post a Comment

0 Comments