Telah Menjalani Masa Pembinaan, Tiga Anak Pengedar Uang Palsu Dikembalikan ke Keluarga


Telah Menjalani Masa Pembinaan, Tiga Anak Pengedar Uang Palsu Dikembalikan ke Keluarga
Foto: UPTD Ayeum Mata.
Kepala UPTD Ayeum Mata, Wadi Fatimah SH didampingi petugas Sakti Peksos saat menyerahkan tiga anak yang berhadapan dengan hukum telah selesai menjalani masa pembinaan kepada pihak keluarga di di Desa Keude Blang Mee Polo Klat, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis (18/2/2021) kemarin. 

"Kepala Dinas Sosial Ir Elfiandi menugaskan saya bersama petugas sakti Peksos, untuk memulangkan ketiga anak ini kepada pihak keluarganya karena mereka sudah selesai menjalani masa binaannya," ungkap Wadi Fatimah kepada Serambinews.com, Jumat.

KABARACEHTIMUR.online l IDI RAYEUK - Masih ingat enam pelaku yang mengedarkan uang palsu yang diamankan Polres Aceh Timur melalui Polsek Simpang Ulim, 10 Juni 2020 lalu?

Tiga diantarnya adalah anak di bawah umur yakni AN (15), SA (16), dan RZ (16).

Sehingga, ketiganya divonis untuk menjalani pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Aceh (LKSA) UPTD Ayeum Mata Dinsos Aceh Timur selama 60 hari.

"Ketiga anak ini masih di bawah umur, sehingga mereka diproses menggunakan UU tentang sistem peradilan pidana anak dan mereka divonis PN Idi menjalani pembinaan di LKSA Ayeum Mata. Sedangkan ketiga pelaku lagi orang dewasa, sehingga tetap diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ungkap Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ir Elfiandi, melalui Kepala UPTD Ayeum Mata, Wadi Fatimah SH, kepada Serambinews.com, Jum'at (19/2/2021).

Karena ketiga anak tersebut sudah selesai menjalani masa Pembinaan di LKSA Ayeum Mata, maka ketiganya dipulangkan kepada pihak keluarganya, di Desa Keude Blang Mee Polo Klat, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis (18/2/2021) kemarin.

Baca juga: Polisi Tangkap Fredy Kusnadi, Sosok Terduga Mafia Tanah yang Ribut dengan Dino Patti Djalal

"Kepala Dinas Sosial Ir Elfiandi menugaskan saya bersama petugas sakti Peksos, untuk memulangkan ketiga anak ini kepada pihak keluarganya karena mereka sudah selesai menjalani masa binaannya," ungkap Wadi Fatimah kepada Serambinews.com, Jumat.

Sebelumnya, ungkap Wadi Fatimah, PN Idi, dalam amar putusannya, menyatakan secara sah dan meyakinkan mereka melakukan tindak pidana mengedarkan uang palsu dan menjalani pembinaan selama 60 hari di LKSA UPTD Ayeum Mata Dinsos Aceh Timur.

Sebelumnya, sejak diamankan pihak Polres Aceh Timur, 10 Juni 2020 lalu, Polres Aceh Timur, juga menitipkan ketiga anak ini di LKSA Ayeum Mata, sebelum putusan keluar.

"Jadi mereka kurang lebih menjalani masa pembinaan di LKSA Ayeum Mata, selama 8 bulan. Selama dalam pembinaan, ketiga anak ini tetap melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat dengan LKSA, dan tanggal 18 Februari 2021 telah habis masa Pembinaan mereka di LKSA," ungkap Wadi.

Prosesi penyerahan ketiga anak kepada orang tuanya ini ,disambut antusias oleh para orangtua mereka dan disaksikan perangkat desa.

Ikut serta mendampingi Kepala UPTD Ayeum Mata, saat penyerahan yakni petugas Sakti Peksos(Akhmar Yuskar Ssos, Msi dan Asmaul Husna Ssos.

"Kami berharap kepada anak-anak yang sudah kembali kepada keluarganya ini, agar bisa mengubah perilaku dan karekternya untuk lebih baik lagi dengan menjalankan perintah amar makruf nahi mungkar. Begitu pula kepada pihak orang tua, agar terus memantau perkembangan anak-anak dengan pengasuhan yang lebih baik," harap Wadi Fatimah. (*) 

SUMBER : Serambinews.com

Laporan :  Seni Hendri

Post a Comment

0 Comments