Tantang Mahasiswa Mengajar SD Terpencil, Nadiem Tawarkan Imbalan Berupa Bantuan Uang kuliah Hingga Rp2,4 Juta dan Biaya Hidup Sebesar Rp700 Ribu Per bulan



Kabaracehtimur.online l Nasional - 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meminta mahasiswa semester 5 ke atas di perguruan tinggi negeri dan swasta untuk ikut mengajar siswa Sekolah Dasar (SD) di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) selama satu semester.
_
Bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut melalui program Kampus Mengajar, pemerintah menjanjikan bantuan uang kuliah hingga Rp2,4 juta dan biaya hidup sebesar Rp700 ribu per bulan.
_
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam menjelaskan, selain mendapat uang kuliah dan biaya hidup, mahasiswa juga bakal memperoleh nilai setara 12 satuan kredit semester (SKS).
_
Sementara dosen yang menjadi pembimbing program akan diberikan insentif dan sertifikat. Partisipasi mahasiswa pun akan dinilai sebagai indikator kinerja masing-masing perguruan tinggi.
_
Pendaftaran program dibuka mulai 9-21 Februari 2021 melalui laman Kampus Mengajar Kemendikbud. Jika dinyatakan lolos, mahasiswa akan mengikuti pembekalan selama 15-21 Maret 2021.
_
Sementara kegiatan mengajar berlangsung selama 22 Maret-25 Juni 2021. Mahasiswa akan mengajar selama 6 jam per hari di SD berakreditasi C di daerah 3T yang masih berlokasi dekat domisili mahasiswa pengajar.
_
Pembelajaran dilakukan secara daring dan luring. Sementara transfer SKS pada perguruan tinggi akan dilakukan 5-11 Juli 2021.
_
Program ini dibuka untuk mahasiswa dari program studi apapun yang lolos seleksi Kemendikbud dan LPDP dengan IPK minimum 3 dan disarankan memiliki pengalaman organisasi. Adapun bantuan uang kuliah dan biaya hidup tidak bisa diberikan jika mahasiswa sudah menerima KIP Kuliah.

by Kemendikbud RI, Selasa (9/2)

Post a Comment

0 Comments