Serang Suriah Lewat Udara, Joe Biden: Hati-Hati Iran!

AS Gempur Pasukan Pro-Iran di Suriah
Foto: CNBC Indonesia TV

Jakarta - Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke basis milisi pro-Iran di wilayah Suriah Timur, Kamis (25/2/2021). Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa serangan itu, yang pertama sejak dia menjabat, harus dilihat oleh Iran sebagai peringatan.

"Anda tidak dapat bertindak dengan impunitas. Hati-hati," kata Biden Jumat di Houston dikutip dari AFP.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Biden mengirimkan pesan yang jelas atau tidak ambigu.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan setidaknya 22 pejuang dari pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi yang disponsori negara tewas.


Suriah mengutuk serangan itu sebagai agresi Amerika yang pengecut, juga memperingatkan bahwa kebijakan pemerintahan baru AS yang harus mematuhi norma internasional.

Kementerian luar negeri Iran pun mengecam keras dan menyebutnya sebagai serangan ilegal. Tindakan AS tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

"Serangan udara itu akan mengarah pada konflik militer yang semakin intensif dan semakin mengguncang kawasan itu," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran.

Sekutu Suriah, Rusia, juga mengutuk serangan itu, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mempertanyakan rencana pemerintahan Biden di Suriah.

"Sangat penting bagi kami untuk memahami garis strategis Amerika Serikat di lapangan," kata Lavrov.

Meski dihujani kritikan, AS tidak gentar. Penyerangan ini terjadi pasca roket membombardir pangkalan militer yang dipimpin AS di Irak 15 Februari lalu.

Iran diyakini sedang mencari peluang untuk membalas pembunuhan jenderal tertinggi AS Qasem Soleimani satu tahun lalu.

Soleimani, seorang komandan senior Pengawal Revolusi, adalah penghubung utama Iran dengan sekutunya di Irak dan Suriah, dan di tempat lain di kawasan itu.

Dia tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS tepat ketika dia tiba di Baghdad untuk pertemuan dengan pejabat tinggi Irak.


Sumber : CNBC Indonesia

Post a Comment

0 Comments