Sebelum Rumah Didobrak dan Ditemukan Dua Mayat, Ternyata Pintu Tergembok dari Luar


KABARACEHTIMUR.ONLINE - Sebelum warga mendobrak rumah yang ditemukan dua mayat di bawah kolong tempat tidur.

Awalnya, menantu korban sempat menduga bahwa korban sedang pergi ke Aceh Tamiang, karena saat itu rumahnya tergembok dari luar.

Kepala Puskesmas Simpang Jernih, Maimunah, mengatakan, sesama menantu korban pada hari Sabtu (13/2/2021) sempat saling bertanya ke mana ibu mertua mereka karena tidak ada kelihatan.

"Karena pintu rumah tergembok dari luar, sehingga menantunya itu beranggapan bahwa korban sedang pergi ke Aceh Tamiang, sehingga tidak jadi menjenguk ke rumah," ungkap Maimunah.

Minggu esok harinya, menantunya juga beranggapan mertuanya masih di Kuala Simpang.

Lalu, lanjut Maimunah, Senin pagi, menantunya menghubungi ke salah satu anak korban di Kuala Simpang.

Tapi dijawab oleh anaknya yang di Kuala Simpang, bahwa ibunya tidak ada di Kuala Simpang.

Lalu, sang menantu itu meminta M Nasir untuk mengecek ke rumah korban.

Saat M Nasir coba mengecek, di teras rumah banyak lalat berterbangan.

Lalu sang menantu menelepon lagi ke anak korban di Kuala Simpang, melaporkan bahwa di teras rumah banyak lalat.

Sehingga anak korban dan menantunya semakin bertanda tanya, dan mereka beranggapan banyak lalat tersebut diduga karena ada bangkai.

Lalu sang anak yang di Kuala Simpang, meminta M Nasir untuk mendobrak pintu rumah.

Alangkah terkejutnya M Nasir, melihat banyak ceceran darah di depan pintu kamar.

Lalu diintipnya ke kamar, ternyata ada mayat di bawah kolong tempat tidur.

Saat ditanya, apakah pada tubuh mayat ada temukan bekas luka karena ada ceceran darah di lokasi, Maimunah mengaku tidak mengetahuinya, karena kondisi mayat sudah menggembung.

"Sebelum ditemukan, diduga mayat tersebut sudah empat hari," ungkap Maimunah.

Ditanya, kenapa pintu rumah tergembok dari luar, diduga hal itu sengaja dilakukan oleh pelaku.

"Namun secara pastinya, kita belum tahu apa penyebabnya. Karena, jenazah sedang dibawa polisi untuk identifikasi lebih lanjut," ungkap Maimunah.

Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Simpang Jernih, digegerkan dengan penemuan dua mayat wanita di bawah kolong tempat tidur di rumah warga di Dusun Jati, Desa Simpang Jernih, Senin (15/2/2021) siang sekitar 12.30 WIB.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, dari Plt Kapolsek Simpang Jernih Ipda Rudiono SH, kedua identitas mayat perempuan itu satu berusia 56 tahun yakni Siti Fatimah, dan seorang lagi usia pelajar 15 tahun Nadatul Afraa alias Dek Yus.

Ipda Rudiono menceritakan, kronologi awal penemuan mayat tersebut.

Bermula Senin siang itu, Fatimah (menantu Siti Fatimah atau korban) meminta tolong kepada M Nasir untuk mengecek rumah korban (Siti Fatimah).

Fatimah meminta tolong kepada M Nasir untuk mengecek rumah Siti Fatimah, dikarenakan sudah tiga hari tidak terlihat.

Saat M Nasir hendak mengecek rumah Siti Fatimah, lalu Fatimah menghubungi keluarga Siti Fatimah yang ada di Aceh Tamiang.

Hasil konfirmasi ke Aceh Tamiang, mengatakan bahwa korban (kedua almarhum) tidak ada di Aceh Tamiang.

Kemudian, M Nasir menuju ke rumah korban.

Setiba di teras rumah banyak lalat berterbangan dan tercium bau busuk dari dalam rumah.

Kemudian, M Nasir melaporkan hal itu ke Kamaruddin (anak laki-laki korban) yang saat itu sedang ke Kuala Simpang.

Kemudian, M Nasir menghubungi Kamaruddin menyampaikan kondisi di rumah korban.

Lalu, Kamaruddin pun meminta M Nasir, untuk mendobrak pintu rumah korban. 

Kemudian, M Nasir bersama sejumlah warga mendobrak pintu rumah korban dan sangat terkejutnya warga melihat ceceran darah di depan pintu bagian depan. 

M Nasir dan warga lainnya mencoba mengintip ke arah bawah tempat tidur dan terlihat dua mayat dengan kondisi terbujur kaku di bawah kolong tempat tidur. 

Mengetahui hal tersebut, M Nasir menghubungi perangkat desa dan melaporkannya ke Polsek Simpang Jernih yang selanjutnya diteruskan ke Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur. 

Tim identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur, sudah turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. (*)



Post a Comment

0 Comments