Perang Antara Iran, Amerika Serikat dan Arab Saudi Ternyata Telah Diramalkan 800 Tahun Lalu

perang-antara-iran-amerika-serikat-dan-arab-saudi-ternyata-telah-diramalkan-800-tahun-lalu
Gambar satelit dari gedung yang dihancurkan melalui serangan udara AS ke milisi Iran di Suriah. (Sumber: Maxar Technologies via AP)

WASHINGTON - Ternyata perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi telah diramalkan sejak 800 tahun lalu.

Sumber dari ramalan tersebut berdasarkan apa yang tertera dari Yalkut Yishau, yang merupakan bagian dari Yalkut Shimoni, kumpulan komentar Yahudi mengenai Alkitab yang diyakini telah disusun pada Abad ke-13.

Yalkut Yishayau sendiri telah diterbitkan sebagai buku pada 1939.

Pada ramalan tersebut, beberapa bulan sebelum wabah yang diyakini adalah Covid-19 usai, akan timbul peperangan antara Arab Saudi dan Iran.

Selain itu diungkapkan pertemputan tersebut akan membuat dunia menjadi penuh kegelapan dan perselisihan yang besar.

“Rabbi Yitzchak berkata,’pada tahun saat Messiah diturunkan, semua pemimpin bangsa akan saling memprovokasi. Raja Persia akan memprovokasi Raja Arab dan dia akan pergi ke Edom untuk menerima nasihat dari mereka’,” bunyi ramalan itu dikutip dari Daily Star.

“Raja Persia akan pergi dan menghancurkan seluruh dunia, dan menghancurkan seluruh dunia, dan semua bangsa di dunia akan gemetar, panik dan jatuh dengan wajah mereka, serta merasakan kontraksi seperti saat melahirkan, dan Israel akan gemetar dan panik, sambil bertanya, ‘dimana akan kita pergi?’” tambahnya.

“Dan Tuhan akan berkata pada mereka, ‘Anak-anak-Ku, jangan takut, karena semua yang Aku lakukan, Aku lakukan untukmu. Kenapa kami takut? Jangan takut. Waktunya telah tiba untuk penebusan Anda,’” sambung ramalan tersebut.

Iran sendiri merupakan Persia di masa lampau, dan Kerajaan Edom diasosiasikan sebagai AS atau secara umum sebagai bangsa barat.

Ramalan tersebut mengungkapkan Arab Sadui akan berusaha keras mendorong AS untuk ikut serta dalam konflik dengan Iran.

Saat ini, hubungan Iran dengan Arab Saudi dan AS tengah berada di titik nadir.

Apalagi Presiden AS, Joe Biden telah mengizinkan serangan ke milisi Iran yang berada di Suriah, Jumat (26/2/2021).

AS sendiri menjadi sekutu Arab Saudi, yang juga tengah menghadapi milisi Iran di Yaman.


Sumber : KOMPAS.TV

Penulis : Haryo Jati

Post a Comment

0 Comments