Pemkab Aceh Timur Mulai Terapkan SRA menuju KLA tanpa Kekerasan

KABARACEHTIMUR.online | IDI RAYEUK
 - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mulai meresmikan sekolah ramah anak (SRA) di Aceh Timur. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur Ir Mahyuddin Syech Khalad M.Si berharap lounching sekolah ramah anak ini dapat terbentuknya perilaku pendidikan yang berprespektif  dalam meningkatkan proses pembelajaran tanpa kekerasan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur Ir. Mahyuddin Syech Khalad, M.Si saat launching dan sosialisasi sekolah ramah anak (SRA) di Aula DP3AKB Aceh Timur  pada Kamis 18 Februari 2020). Peresmian itu dihadiri oleh  para kepala sekolah SD dan SMP di Aceh Timur.

"Saat ini Kabupaten Aceh Timur sedang dalam tahap pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA). Diperkuat dengan telah diterbitnya peraturan bupati No 16 tahun 2020 tentang kupaten layak anak," Kata  Mahyuddin 

Munurut Mahyuddin, dimana Sekolah ramah anak merupaka bagian dari pemenuhan hak anak yang berada pasa kluster 4 (empat).


"Yaitu pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya yang merupakan salah satu indikator yang mendukung terwujudnya kabupaten ini menjadi kabupaten yang layak anak," sebut Sekda 

Ia mengigatkan pada tahun ini, ada 14 sekolah yang terdiri dari tujuh sekolah menengah pertama (SMP) yang akan menjadi pilot project sekolah ramah anak.

 
"Kedepnya akan makin banyak sekolah-sekolah lain yang berkomitmen untuk menjadi SRA , sehingga tercapai target 100% sekolah ramah anak di Aceh Timur," katanya

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana ( DP3AKB) Aceh Timur Muslidar, SH, mengatakan salah satu tujuan adanya SRA untuk dapat memenuhi menjamin dan melindungi hak anak


"Memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, Saling menghormati dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian," kata kadis DP3AKB muslidar, SH, disampaikan melalui  WhatsApp  Kasubbag. Umum dan Kepegawaian Desi Ramona, SE, Minggu, (21/2/2021).


Bedasarkan,  masih banyak ditemukan kekerasan dan perlakuan salah di sekolah. Data terhimpun dari KPAI  (2014-2015) tentang kasus kekerasan berupa Fisik,psikis, Seksual dan penelantaran terhadap anak sebanyak 10 % (persen) di lakukan oleh guru.


"Ditemukan berupa pelecehan (Bullying), serta bentuk-bentuk hukuman yang tidak mendidik, seperti mencubit sebanyak 504 kasus, suara keras 379 kasus dan menjewer sebanyak 379 kasus," terangnya 

Ia berharap dapat terwujud sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik. Sebab, bebas dari kekerasan antara peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga pendidikan.

"Dengan terbentuknya perilaku pendidik dan tenaga kependidikan yang berprespektif anak serta meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan dalam pengebilan keputusan disekolah," tegas kadis ..

  
Sementara itu, Dinas Pendidikan Saipullah, Spd Mpd, mengatakan  menegaskan selain memupuk nilai-nilai luhur, sekolah ramah anak sebagai langkah preventif tindakan kekerasan baik guru kepada murid atau sesama murid dan kekerasan di sekolah masih terjadi.

"Tentu masih ada. Itulah upaya kita lakukan melalui preventif agar tidak ada lagi kekerasan," tegas Kadis P dan K Aceh Timur

Untuk di Informasikan dalam deklarasi tersebut turut di hadiri oleh Kadis  Pendidikan dan Kebudayaan dan Kadis DP3AKB Aceh Timur (*)

Post a Comment

0 Comments