Korban Dibunuh dan Dibuang Lalu Dibakar di Bener Meriah, Kerabat: Kami Minta Keadilan

KABARACEHTIMUR.online l BENER MERIAH – Sepupu korban dugaan pembunuhan di kawasan hutan Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, Aceh, meminta hukuman berat diberikan kepada pelaku.

Hal tersebut pantas diperoleh oleh para pelaku yang diduga lebih dari satu orang, karena dianggap telah melakukan tindakan diluae batas kemanusiaan.

“Kami meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa kerabat kami,” kata Fadli, dihubungi Suaragayo.com, Rabu (17/2/2021).
“Kami juga meminta keadilan, supaya pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Fadli.

Ia menjelaskan, sehari setelah tidak ada kabar, keluarga merasa ada sesuatu yang ganjil saat korban tidak dapat dihubungi, Kamis malam 11 Februari lalu.

Sebab korban yang biasa menginap di daerah Syiah Utama itu, tidak lagi berhubungan dengan keluarga sejak korban pergi meninggalkan rumah tempat korban menginap, dan sejak kunci mobik Pikap korban diminta oleh seseorang setelah korban pergi setelah ditelpon oleh seseorang.

“Kami kemudian pergi ke Syiah Utama untuk mencari keberadaan korban, tetapi tidak ketemu. Namun korban sempat pamit kepada pemilik rumah sebelum pergi. Dia sebut nama orang yang mau dia temui,” ungkap Fadli.

Setelah mereka tidak menemukan korban, keluarga kemudian melapor ke Mapolres Bener Meriah.

“Kami baru dapat kabar tadi, setelah konfirmasi dari polisi, bahwa korban ditemukan di jurang di hutan di kawasan Syiah Utama,” ujar Fadli.
Saat ini pihak keluarga tengah menanti jenazah korban di Aceh Utara. Korban akan dimakamkan di Gampong Tunong Krueng, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, tempat korban berasal.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria berusia 45 tahun diduga dibunuh oleh tiga orang pria. Satu diantaranya sudah ditangkap, dua masih dalam kejaran polisi.

Menurut Fadli, informasi yang diperolehnya, korban dibunuh, lalu dibuang ke jurang, kemudian di bakar di kawasan hutan Samar Kilang, belakangan terkonfirmasi di kawasan Tembolon.

“Kami menerima laporan, pembunuhan terjadi pada Kamis, 11 Februari,” terang Fadli.

Hingga Pukul 22.00 WIB, Rabu (17/2/2021), jenazah korban yang tinggal tulang belulang, sudah berada di RS Muyang Kute, Bener Meriah.


Sumber : SUARAGAYO.Com

Penulis: Iwan B

Post a Comment

0 Comments