Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Wastafel Sejumlah SMA di Aceh Timur Terbengkalai


For BisaApa.id Gedung Dinas Pendidikan Aceh. Foto : Istimewa.

KABARACEHTIMUR.ONLINE I IDI RAYEUK - Proyek pembuatan Westafel atau tempat cuci tangan dan sanitasi di sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Aceh Timur diduga dikerjakan asal jadi, sehingga tidak dapat difungsikan dan terbengkalai bergitu saja.

Hampir seluruh pekerjaan yang berasal dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Aceh itu tidak dapat difungsikan oleh pihak penerima manfaat.

Menurut penelusuran wartawan sejak awal Februari 2021, banyak item pekerjaan tempat cuci tangan (wastafel) dan sanitasi itu tidak bisa di gunakan oleh siswa ataupun guru, karena diduga pihak rekanan mengerjakan proyek tersebut asal jadi.

Padahal, menurut keterangan Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Aceh, Rahmat Fitriadi proyek ini berguna untuk pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Namun kenyataannya, tidak sesuai harapan, kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu.

Menurut keterangan salah seorang Kepala sekolah SMA Negeri di Aceh Timur yang pernah ditemui wartawan menjelaskan bahwa, item pekerjaan tersebut sudah diserah terima oleh pihak rekanan ke pihak sekolah sejak akhir Desember lalu, namun salinan serah terima hingga kini belum diberikan kepihak sekolah.

“Betul bang, akhir Desember lalu kami pihak sekolah sudah menandatangani surat serah terima pekerjaan ini, tapi sumber air masih belum tersedia, tugas mereka kemarin sudah saatnya bor sumur. Usai dibor, hanya satu pekan ada air, setelah itu sampai sekarang tidak ada lagi airnya. Sehingga kini westafel itu tidak berfungsi lagi,” ucap kepala sekolah yang enggan namanya tercantum dimedia pada Rabu (10/2).

Menurut kepala sekolah itu, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi Rekanan untuk memperbaiki westafel tersebut. Tetapi hingga kini pekerjaan itu belum ada perbaikan.

“Rekanan bilang nanti akan diperbaiki karena ada masa pemeliharaan, tapi sampai saat ini kami juga belum lihat ada perbaikan” ucapnya

Saat ditanya kenapa pihak sekolah menandatangani surat serah terima, kepala sekolah mengatakan bahwa pihak rekanan mendesak agar bisa menarik uang pekerjaan mereka yang sudah dipenghujung tahun.

Pondasi pekerjaan westafel disalah satu SMA di Aceh Timur. Foto : Istimewa.

“Iya pak. Kami berani tanda tangan karena janji rekanan akan perbaiki dan uang penarikan mereka butuhkan apalagi sudah akhir tahun, makanya saya berani tanda tangan” sebut Kepala sekolah itu,” pintanya.

Selain tidak dapat difungsikan, westafel yang dikerjakan itu juga diduga banyak yang tidak sesuai spek, banyak coran pondasi yang sudah terkupas, dari segi ketinggian bangunan juga tidak sesuai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Kabid SMA), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh selaku Penguasa Anggaran (PA), Drs. Amiruddin mengatakan bahwa, dirinya tidak mengetahui tentang proyek tersebut, alasannya karena baru dimutasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh.

“Maaf Adek. Saya enggak paham masalah tersebut karena saya baru di dinas pendidikan.” jawabnya singkat.


Sumber : BisaApa.id 

Post a Comment

0 Comments