Warga Lokop Minta Hentikan Eksplorasi Galian C


Tampak sejumlah titik pada bibir sungai yang kian abrasi akibat galian C di Serbajadi - Lokop, Kab. Aceh Timur akibat galian C, Jumat (22/1). Warga Lokop Minta Hentikan Eksplorasi Galian C. Waspada/Ist


KABARACEHTIMUR.ONLINE -- Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Serbajadi – Lokop, Kab. Aceh Timur meminta kepada Pemerintah Aceh agar menghentikan eksplorasi galian C yang mengakibatkan beberapa titik pada pinggiran sungai abrasi.

“Kami minta Gubernur Aceh segera menurunkan tim peninjau kembali perizinan galian C oleh salah satu PT yang sudah mengeksplorasi di Sungai Lokop yang berdampak abrasi dan kerusakan lingkungan,” ujar Kasad SKM. MKes, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Jumat (22/1).

Menurutnya, surat permintaan peninjauan kembali galian C tersebut telah dilayangkan pada tanggal 4 Januari 2021 silam kepada Gubenur Aceh di mana isinya meminta agar menghentikan galian C.

Beroperasinya PT. MSJ, untuk mendapatkan material batu dan kerikil di Sungai Serbajadai-Lokop sejak tahun 2016 sampai sekarang, dari hasil pengaduan dan pemantaun langsung lapangan semakin hari semakin mengkhawatirkan dampak lingkungan yang ditimbul akibat adanya kegiatan galian C sehingga aliran sungai terus mengalami abrasi atau mengikis pinggiran sepanjang aliran sungai Serlajadi-Lokop.

“Kian hari semakin luas, sehingga berpeluang untuk menghanyutkan beberapa desa dan infrastruktur yang ada di wilayah Kec. Serbajadi,” terang Kasad.

Menurutnya, apabila pengalian material pasir dan batu terus dibiarkan berlangsung di sungai Serbajadi – Lokop, seperti Desa Sekualan, Desa Sunti, Desa Umah Taring, Desa Lokop dan jembatan gantung penghubung atara pusat Kecamatan ketiga desa tersebut dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan jembatan lintas provinsi yang terletak di Desa Jering akan roboh juga bila eksplorasi terus dilanjutkan.

“Eksplorasi ini berlanjut karena adanya izin galian C yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh dengan surat izin No. 545/DPMPTSP/8419/11/P.KKG/2018. Tertanggal 22 November 2016,” jelasnya.


Adapun dampak langsung yang dirasakan oleh warga Lokop akibat eksplorasi tersebut yang sudah terjadi yakni abrasi jalan penghubung Desa Sekualan-Desa Umah Sunti dan Umah Taring telah terputus.

Mirisnya lagi, sawah masyarakat Desa Sekulan dan Desa Umah Sunti telah terjadi abrasi serta Jembatan Weh Suem beberapa bulan yang lulu terlah terputus.

“Kami atas nama putra daerah Serbajadi Lokop memohon untuk dapat kiranya meninjau ulang izin Galian C yang beroperasi di sungai Sertajadi-Lokop,” pintanya.

Kendati begitu, harapan agar munghentikan eksplorasi pengambilan pasir dan batu-batuan di sungai Sebajadi tersebut karena sangat membahayakan pemukiman dan persawahan penduduk yang ada di sepanjang aliran sungai.

Surat tersebut juga dilayangkan kepada DPRA, DPRK, Bupati, Kapolres Atim serta berbagai Dinas Provinsi Aceh maupun Aceh Timur, dalam petisi tersebut membubuhkan tanda tandatangan para tokoh masyarakat maupun para mahasiswa.

“Intinya kami meminta agar izin galian C di Serbajadi agar dihentikan, selamatkan desa kami dari kehancuran tangan-tangan tak bertanggung jawab,” tukas Kasad.(b13)


Sumber : Waspada.id

Post a Comment

0 Comments