Saat Pedagang Buah, Nelayan hingga PNS Ditangkap Densus 88 di Aceh, 2 Tahun Lakukan Aktivitas Terorisme


KABARACEHTIMUR.ONLINE - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima orang terduga teroris di Aceh.

Lima orang tersebut yakni RA (41), SA (30), UM (35), SJ (40) dan MY (46).

Mereka diketahui melakukan aktivitas terorisme selama dua tahun dan akhirnya ditangkap dari lokasi yang berbeda-beda.

Siapakah mereka?

Baca juga: 4 Terduga Teroris di Aceh Berencana Gabung ISIS

PNS hingga tukang buah

Densus mulanya membekuk RA (41), warga Kota Langsa dan S (30), warga Banda Baro, Aceh Utara pada Rabu (20/1/2021)

Keduanya berprofesi sebagai tukang buah.

Keesokan harinya, Densus kembali menangkap seorang terduga teroris yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Kabupaten Aceh Timur.

Ia adalah SJ alias AF.

"Iya, satu orang terduga teroris yang ditangkap di Kota Langsa (adalah) PNS," tutur Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy.

Tak lama setelah penangkapan SJ, Densus membekuk seorang nelayan berinisial MY (46) di Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

"MY berprofesi sebagai nelayan," kata Winardy.

Selanjutnya, seorang pedagang buah Pasar Simpang 7 Ulee Kareng pun ikut ditangkap oleh Densus 88. Penjual buah itu berinisial UM alias AZ (35).

Baca juga: Terduga Teroris di Lambhok Aceh 3 Tahun Sewa Rumah dan Jualan Buah, Tak Pernah Lapor Kades

Barang bukti yang diamankan

Dalam rangkaian penangkapan tersebut, Winardy menjelaskan, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti berupa bahan peledak hingga bom.

Sejumlah dokumen pendukung jaringan teroris pun turut ditemukan.

Salah satunya ialah buku catatan berisi penyampaian pesan ancaman terhadap TNI, Polri dan pemerintah pusat serta pemerintah Aceh.

Baca juga: Salah Satu Terduga Teroris di Aceh Berprofesi sebagai PNS

Rencanakan pengeboman di Aceh

Satu orang terduga teroris yang berprofesi sebagai pedagang buah, UM rupanya diketahui merupakan jaringan kelompok bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada 2019 lalu.

UM juga tengah merencanakan pembuatan bom untuk melakukan aksi teror di wilayah Aceh.

"UM yang berprofesi sebagai penjual buah di kawasan Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, terlibat dalam jaringan teroris yang melakukan aksi bom di Polrestabes Medan dan rencana akan merakit bom untuk melakukan aksi di wilayah Aceh," kata dia.

Menurut keterangan kepala desa dan warga sekitar lokasi tempat tinggal UM, pria itu menempati rumah sewa bersama istri dan anaknya.

Namun, meskipun telah tiga tahun tinggal di rumah sewa itu, UM tak pernah melapor ke kepala desa.

Dari penggeledahan rumah UM, Densus menemukan alat peracik bom, pipa besi dan sejumlah besi yang dirakit dan berbentuk ujung senjata.

Baca juga: 5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Berencana bergabung dengan ISIS

Sementara itu, empat dari lima terduga teroris tersebut diketahui berencana bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Mereka adalah MY, SJ, AF dan RA.

"Merupakan DPO Densus 88 terkait rencana hijrah untuk bergabung dengan ISIS di Suriah dan Afghanistan," kata Kombes Winardy.

Para terduga teroris yang ditangkap ternyata bukan pemain baru dalam jaringan terorisme.

"Kelima terduga teroris itu sudah dua tahun melakukan aktivitas terorisme," tutur Winardy.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Kompas TV Aceh, Raja Umar | Editor : Abba Gabrillin, Aprilia Ika) 

Editor: Pythag Kurniati

Post a Comment

0 Comments