Masjid Ba'alawi, Hadiah Besar untuk Aceh dari Habib Muhammad bin Ahmad Alatas

Masjid Ba'lawi. Foto: Tgk Max Al Fathany


SuaraDarussalam.id 
- Beberapa hari lalu telah diresmikan masjid wakaf seorang ulama keturuan Rasulullah Saw (habib) di Aceh Timur. Masjid ini dinamakan dengan nama Masjid Ba'alawi. Bagi anda yang ingin mengetahui masjid ini, berikut tulisan yang ditulis oleh Tgk Max Al Fathany.

Oleh : Max Al Fathany
17 Januari 2021 adalah hari bersejarah bagi Aceh. Ah, terlalu besar mungkin sebutan Aceh itu? Ya sudah, bagi Aceh Timur saja lah. Ah, menyebutkan kabupaten juga besar mungkin? Ya sudah, saya menyebutkan saja; Masjid Ba'alawi adalah hadiah besar bagi para muhibbin alawiyin di Aceh.

Betapa tidak, hari ini adalah hari di mana masjid yang dibangun oleh Sayyidi al-Habib Muhammad bin Ahmad Alatas di Sp Ulim, Aceh Timur diresmikan. Lama sudah para muhibbin menunggu hari ini tiba. Hari ini seolah-olah menjadi hari raya bagi mereka. Ya, bagi para pecinta habaib, zurriyah Baginda Rasulullah.
Dua tahun melewati proses pembangunan, akhirnya hari yang dinanti-nanti itu tiba. Lautan manusia memenuhi area yang kiri kanannya adalah sawah, depan dan belakangnya adalah tempat bercocok tanam bagi kebutuhan pokok kita.

Seolah-olah menjelaskan bahwa Masjid berkubah hijau itu adalah tempat kita bercocok tanam untuk kebutuhan pokok kita di akhirat kelak. Atau, saat sedang sibuknya kita bekerja mencari kebutuhan pokok di dunia, kita mesti mengingat ada akhirat tempat kembali, persiapkan juga kebutuhan pokok untuk akhirat itu. Begitu yang terbesit di hatiku saat melihat masjid ini.

Jam 8.30 saya berdiri di depan masjid.. Menyaksikan ribuan ummat dari seantero Aceh berduyun ingin mencari berkah di pembukaan masjid ini. Dari plat mobil yang berada di area parkiran, saya tahu bahwa ada yang dari Banda Aceh, ada yang bernomor ujung plat-nya E, menandakan itu jamaah dari Aceh Barat. Bahkan ada yang dari Aceh Selatan, saya tau dari kode belakang T di nomor polisinya.

Jauh, jauh sekali pancaran cahaya keberkahan Masjid Ba'alawi ini mengundang muhibbinnya untuk hadir. Apakah panitia mengundang mereka? Tidak, mereka adalah tamu-tamu Allah, mereka adalah tetamu mulia Baginda Rasul. Mereka diundang langsung oleh Allah dan RasulNya melalui ba'itsun qawy yang Allah ilhamkan dalam hati hambaNya.

Mereka adalah para muhibbin yang menjemput keberkahan dan hidayah dari Allah bukan dengan cara tidur. Kawan, mungkinkah kita tidur hingga Allah membangunkan kita dengan hidayahNya? Jawabannya; hidayah adalah bagian dari rezeki. Bagaimana kau mendapatkan rezeki? Dengan tidur atau bangkit berusaha?

Ya, begitulah hati bekerja membangkitkan semangat bagi badan, hingga badan, ruh, dan hati para muhibbin sepenuhnya ada untuk Ba'alawi.

Sahabat, rasakanlah undangan Allah itu. Saya katakan; jangan sia-siakan lagi undangan berharga ini. Rawat dan terus penuhi undanganNya sebagaimana kita memenuhinya hari ini. Nikmat sekali ketika kita memenuhi undangan Allah seperti hari ini, bukan? Undangan seperti ini ada setiap saat, sehari 5 kali. Penuhi dan nikmatilah kawan.... kau akan menemukan kebahagian dan ketentraman di sana. Ini level awam. Tapi, kalau wali, bisa saja mereka melihat langsung sirr dan cahaya di balik undangan seperti ini.

Ketahuilah, orang-orang soleh tak pernah bergaul kecuali dengan orang yang hatinya bagus. Orang yang hatinya bagus akan bergaul dengan orang yang hatinya lebih bagus. Begitu seterusnya hingga orang-orang yang oaling sholeh. Dengan kata lain, satu kemuliaan yang Allah berikan kepada kita adalah pengaruh dari pergaulan dan sistem berantai dalam memandang orang-orang sholeh.
Dan hari ini, di Masjid Ba'alawi tercinta, kita meneguk nikmatnya air mahabbah bersama orang-orang sholeh itu. Kita disatukan oleh satu rasa yang sama, rasa gundah sebelum berjumpa Sang Kekasih. Semua merasakan rasa yang sama ini, sehingga pagi-pagi sekali kita sudah mandi, memakai baju bagus dan wewangian, lalu bismillah tawakkaltu 'alallah, langkah kaki bersama seribu satu niat baik membawa jasad ke Sp Ulim, ke Desa Pucuk Alue Dua.

Yang di luar Aceh Timur dan Aceh Utara, mereka sudah menyiapkan diri untuk persatuan ini dua hari sebelum 17 Januari. Begitulah cinta, kawanku. Hari ini kita telah meneguk satu tegukan air cinta, nikmat sekali bukan? Kita ingin lagi tegukan-tegukan seperti ini? Air mahabbah ini ada bersama majelisnya para ulama. Teguklah kawan, kau tidak akan dahaga sepanjang hidupmu, bahkan hingga setelah matimu.
***
_______________________
Sungguh besar sekali pahala membangun masjid. Hadiah adalah dibangunnya rumah seperti itu di syurga kelak. Subhanallah. Rasulullah Saw bersabda : "Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah).

Semoga kita semua dapat ikut jejak beliau ya, membangun masjid. Amiin ya Allah.

By Suaradarussalam.id

Post a Comment

0 Comments