Kasus Abang-Adik Perkosa Anak Kandung di Lhoknga, Ternyata Begini Kronologis yang Terungkap ke Penegak Hukum

Kasus Abang-Adik Perkosa Anak Kandung di Lhoknga, Ternyata Begini Kronologis yang Terungkap ke Penegak Hukum


Kabaracehtimur.online --

Mahkamah Syar'iyah Jantho menggelar sidang lanjutan perkara pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa DP (35) dan MA (33), warga salah satu gampong di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (19/1/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Besar, Muhadir sebelumnya mendakwa abang-beradik itu memerkosa anak perempuan berusia 11 tahun, sebut saja Bunga, yang tak lain adalah anak kandung MA.

Dalam sidang dengan agenda pembuktian lanjutan yang digelar oleh Majelis Hakim C2 Mahkamah Syar’iyah Jantho, itu JPU Muhadir menghadirkan seorang saksi yang mendengarkan langsung pengakuan Bunga atas perbuatan ayah dan pamannya tersebut.

Lihat: Kasus Abang-Adik Asal Lhoknga Pemerkosa Anak Kandung Berlabuh di Mahkamah Syar’iyah Jantho

Saksi yang merupakan seorang perempuan dan masih satu kampung dengan korban tersebut mengatakan, dia awalnya mendapati Bunga dalam kondisi berbeda dari biasanya pada pertengahan Agustus 2020 lalu.

Anak yang sebetulnya periang itu, tampil lusuh dan murung, duduk di depan teras rumahnya.

"Saat itu, saya hendak berbelanja di warung tak begitu jauh dari kediaman korban," katanya.

Saksi yang juga seorang pegawai Satpol PP WH Banda Aceh tersebut mendatangi dan bertanya pada Bunga hal ihwal yang menimpanya.

Dia merasa terpanggil lantaran Bunga belum lama kehilangan ibu kandungnya yang meninggal karena sakit.

"Saya melihat korban tak seperti biasa, pakaiannya sangat lusuh, dan terasa bau sperma," kata saksi tersebut.

Dari sana lah, dugaan perbuatan bejat ayah dan pamannya mulai terkuak. Saksi secara perlahan mengorek informasi dari Bunga.

Bunga pun awalnya menggungkapkan bahwa dia digagahi oleh pemannya DP pada satu malam di rumahnya tersebut.

Mendapati informasi itu, saksi pun membawa Bunga ke Mapolsek Lhoknga, setelah diperiksa awal di sana, Bunga kemudian dibawa ke puskesmas untuk divisum.

"Setelah itu, saya bawa korban pulang ke rumah saya, lalu saya mandikan dan mengganti pakaiannya," kata Saksi.

Saat dalam proses memandikan Bunga, kembali terungkap bahwa perbuatan yang sama juga dilakukan ayah kandungnya.

"Saat itu saya sempat menanyakan pada korban, 'badan kamu ini bagus, apa ada disentuh oleh ayah kamu?'. Dia menjawab, 'ada'," ungkap saksi. Begitu kata JPU sesaat ditemui setelah persidangan.

JPU Muhadir menambahkan bahwa hakim memeritahkan jaksa untuk menghadirkan dokter yang melakukan visum terhadap Bunga pada sidang pembuktian lanjutan pekan depan.

Majelis juga menjadwalkan akan memutar video testimoni korban atas pebuatan ayah dan pamannya tersebut secara tertutup dalam persidangan.

"Saksi korban tidak bisa dikonfrontir dengan terdakwa karena selain mempunyai hubungan darah, juga membuka luka atas nestapa yang dialami nya." Katanya

Sumber: BERITAKINI.CO

Repost: Ayahdidien/kabaracehtimur

Post a Comment

0 Comments