Bereh... Modus Calo Program Prakerja Sunat Uang Hingga Puluhan Juta Rupiah


KABARACEHTIMUR.ONLINE I Baubau – 

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Program Pemerintah Pusat ini tidak hanya untuk mereka yang sedang mencari pekerjaan, namun juga untuk pekerja/buruh yang terkena PHK dan pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, seperti pekerja/buruh yang dirumahkan dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. Singkatnya, semua warga negara Indonesia yang berusia 18 tahun keatas dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal boleh mendaftar. Untuk merespon dampak dari pandemi COVID-19, Program Kartu Prakerja untuk sementara waktu akan diprioritaskan bagi pekerja/buruh yang dirumahkan maupun pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak penghidupannya.

Belakangan program pro rakyat kecil ini justru dimanfaatkan oknum-oknum yang diduga melakukan praktek percaloan, mengambil keuntungan.
Seperti yang diungkapkan salah seorang Ibu (korban calo program Prakerja), warga Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia meluapkan kekesalannya terhadap ulah oknum calo program Prakerja, yang meminta potongan uang hingga 50%, dari uang yang diterimanya.

Korban mengisahkan, sang calo Oktober 2020 lalu mengaku dapat mengikutsertakan warga dalam program Prakerja. Korban pun menyerahkan KTP miliknya kepada sang calo, berikut kelengkapan lainnya untuk pendaftaran program Prakerja.

Sejak awal pencairan dana, sang calo sudah mematok potongan Rp 250.000, dari total Rp 600.000 yang diperoleh korban. Begitu yang dilakukan sang calo selama beberapa bulan.

Penyaluran dana Prakerja ini seharusnya diterima langsung oleh korbam, namun sejak awal, uang hak korban bersama beberapa penerima lainnya justru ditarik, diambil sang calo. Dan sang calo tidak pernah memberitahukan kode link Prakerja korban.

“Jadi dia tarik uang, kemudian dia kasi hanya 350.000 saja. Dia langsung potong. Begitu juga ke teman-teman penerima yang lain,” ungkapnya.

Diduga ada puluhan warga yang disunat uangnya oleh sang calo, yang mengaku sudah tangan kedua, dan ada oknum lain ‘diatas’ sang calo.

Pada pencairan uang terakhir, korban mengaku terkejut karena sang calo meminta setengah dari Rp 700.000. Korban pun keberatan karena merasa yang dilakukan sang calo sudah diluar batas kewajaran.

Korban pun berupaya untuk bisa mengakses link Prakerja miliknya. Alhasil korban bisa mengakses dan menarik sendiri uang miliknya tersebut.

Rupanya sang calo tidak terima baik yang dilakukan korban, mengambil sendiri uang Prakerja miliknya. Sang calo terus menekan korban agar menyerahkan setengah uang Prakerja tersebut.

“Jadi dia desak saya, sampai-sampai dia ancam kita dipertemukan didepan Polisi dan pihak kantor Kelurahan. Karena dia merasa itu haknya. Dia juga mengaku ada uang capeknya karena dia survey,” beber korban.

Menurut korban, ada beberapa orang warga yang juga mengambil uang Prakerja sendiri, tanpa melalui sang calo. Dan hal ini membuat sang calo mencak-mencak meminta uang bagian.

Korban berharap, kedepannya program Prakerja bisa difasilitasi langsung oleh pihak Pemerintah Daerah, agar tidak salah dimanfaatkan oleh para calo. Dan benar-benar tepat sasaran, tepat guna.

Informasi yang dihimpun Kasamea.com, modus praktek calo program Prakerja ini diduga terjadi di beberapa kelurahan di kota Baubau, diantaranya Kelurahan Lakologou, Liwuto dan Sukanayo.

Bila dalam prakteknya oknum calo program Prakerja ini memanfaatkan puluhan bahkan ratusan orang, tentu oknum calo bisa meraup puluhan juta rupiah. [RED]


Sumber: Kasamea.com

Post a Comment

0 Comments