Banjir Simpang Jernih Mulai Berimbas ke Aceh Tamiang


Syahri mengungkapkan, banjir disebabkan kiriman dari Desa Rantopanjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Aliran sungai dari desa tersebut, memiliki alur yang sama dengan sungai Tamiang. Sehingga, kawasan di sekitar bantaran sungai Aceh Tamiang berpotensi terimbas banjir.

Kabaracehtimur.online -- 
Banjir yang melanda Simpang Jernih, Aceh Timur mulai berimbas ke kawasan pemukiman di Aceh Tamiang, Rabu (20/1/2021).

Genangan air, mulai memasuki kawasan pemukiman pada pagi hari dan menjelang siang ketinggian air dilaporkan bertambah.

“Air tinggi, kami masih terus memantau situasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri.

Syahri mengungkapkan, banjir disebabkan kiriman dari Desa Rantopanjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. 

Aliran sungai dari desa tersebut, memiliki alur yang sama dengan sungai Tamiang.


Sehingga, kawasan di sekitar bantaran sungai Aceh Tamiang berpotensi terimbas banjir.

Beberapa rumah di kawasan Sekerak dan Tamiang Hulu, dilaporkan mulai terendam banjir.

Meski begitu, belum dilakukan evakuasi karena sebagian warga menganggap air hanya “numpang” lewat.

Sepekan lalu, banjir merendam 482 rumah yang berada di enam kecamatan, yaitu Bandarpusaka, Tamiang Hulu, Kota Kualasimpang, Sekerak, Rantau, Seruway, dan Bendahara.

Dua kecamatan terakhir, merupakan wilayah pesisir yang juga cukup rentan diterjang banjir, dampak belum diperbaikinya tanggul Rantaupakam. (*)


Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nurul Hayati
Sumber: Serambi Indonesia
Direpost: Ayahdidien/kabaracehtimur.online

Post a Comment

0 Comments