Balita di Mamuju Meninggal karena Sakit dan Kedinginan di Tenda Pengungsian

Balita di Mamuju Meninggal karena Sakit dan Kedinginan di Tenda Pengungsian
Al Fauzi (1,5 tahun) meninggal dunia karena sakit dan kedinginan selama di tenda pengungsian pascagempa 6,2 magnitudo di Mamuju, Sulawesi Barat. Foto: Dok. Istimewa

KABARACEHTIMUR.ONLINE I MAMUJU - Kabar pilu datang dari balik tenda pengungsian korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Seorang balita bernama Al Fauzi (1,5 tahun) meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Regional Sulbar sekitar pukul 09.00 WITA, Senin (25/1).


"Awalnya batuk-batuk, panas dingin, terus sesak napas. Sempat dirawat ke RS Regional," kata Feriarso.
Menurut dia, orang tua Al Fauzi memilih mengungsi di Bukit Karatuang karena kondisi rumahnya rusak akibat gempa berskala kuat yang terjadi pada Kamis (14/1) siang dan Jumat (15/1) dini hari. Selain khawatir gempa susulan yang lebih kuat, mereka juga khawatir terjadinya tsunami.

"Rumah bagian dalam retak-retak sehingga mengungsi ke bukit karena takut tsunami," ujar Feriarso.
Dia menyebutkan, ratusan warga Kecamatan Tapalang memilih mengungsi dan mendirikan tenda darurat di dataran tinggi karena kekhawatiran terjadinya tsunami.

"Ya, harus lincah menjemput bantuan supaya dapat ki Pak. Kalau cuma menunggu di tenda, tidak kebagian ki," tandasnya.

Sumber: Kumparan.com / Sulbar Kini

Mari donasi sekarang
Solidaritas Bagi Korban Bencana di Indonesia "kumparanDerma" membuka galang dana yang akan digunakan untuk membantu para korban bencana alam di Indonesia. Mari ulurkan tangan dan bergerak bersama.

Post a Comment

0 Comments