Akibat Terendam Banjir, Ruas Jalan Provinsi di Kawasan Peureulak-Lokop Transportasi Lumpuh



KABAR ACEH TIMUR - Sekitar 300 meter ruas jalan Provinsi (jalan Peureulak-Lokop dalam Kabupaten Aceh Timur) tepatnya di Dusun Alue Canang Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, terendam banjir setinggi paha orang dewasa.


Dampaknya, kendaraan roda dua, maupun roda empat yang rendah dari Lokop tujuan Peureulak maupun sebaliknya tak bisa lewat.

Bahkan dari video yang diterima Serambinews.com, sepeda motor yang hendak melewati banjir harus dinaikkan ke perahu oleh warga yang menyewakan jasa perahu di lokasi.

“Banjir mulai naik ke badan jalan Minggu malam, dan sejak Senin (4/1/2021) pagi jalan tidak bisa dilalui karena ketinggian banjir sepaha orang dewasa. Sampai Senin sore badan jalan masih tergenang, dan kendaraan belum bisa lewat,” jelas Jasman Keuchik Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak.

Dampak banjir lainnya di Desa Seumanah Jaya, jelas Jasman, merendam pemukiman penduduk, namun belum ada warga yang mengungsi.

Selain itu, satu unit jembatan kayu menuju perumahaan transmigrasi kota terpadu mandiri di Dusun Sumedang Jaya, di desa setempat longsor, sehingga warga terisolir.

“Kita mohon perhatian dari pemerintah untuk warga transmigrasi di Dusun Sumedang Jaya, karena mereka terisolir,” harap Jasman.

Muhammad Ali, Keuchik Desa Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak, desa sebelum desa Seumanah Jaya, jika dari arah Peureulak, mengatakan permukaan banjir hampir mencapai badan jalan provinsi, tepatnya di jembatan amblas penghubung Desa Kliet dengan Beurandang.

“Hingga Senin sore, permukaan air sudah berada di bawah jembatan, diperkirakan Senin malam ini banjir naik ke badan jalan, karena mendapat kiriman dari hulu sungai,” ungkap Muhammad Ali.

Untuk diketahui, ruas jalan Provinsi Peureulak-Lokop, di Desa Beurandang, dan Desa Seumanah Jaya, rawan banjir jika terjadi hujan deras, karena meluapnya Krueng Peureulak, karena ruas jalan provinsi di desa ini memang sangat dekat dengan DAS Krueng Peureulak.

Faisal Azmi, TKSK Kecamatan Birem Bayeun, mengatakan banjir yang melanda 13 desa di kecamatan itu, hingga Senin hari ini juga sudah surut semuanya.

“Sudah tidak ada lagi warga yang mengungsi. Semua warga yang terdampak banjir sudah kembali ke rumah masing-masing, mereka hanya mengungsi sesaat ke tempat aman saat banjir naik,” ungkap Faisal Azmi.

Meski banjir sudah surut, dua desa di Birem Bayeun, masih mendirikan dapur umum yaitu di Desa Paya Bili Satu, dan Paya Bili Dua, karena warga sedang bersih-bersih rumah.

Dampak banjir lainnya di Birem Bayeun, jelas Faisal, selain merendam tanaman padi, juga menyebabkan satu rumah warga di Desa Alue Seutang, rusak ringan karena tertimpa material longsor di bagian dapur.

Berdasarkan keterangan dari Kepala BPBD Aceh Timur, Minggu kemarin, di Aceh Timur yang terjadi banjir di delapan kecamatan yaitu, Kecamatan Birem Bayeun, Peureulak Timur, Peureulak, Ranto Peureulak, Indra Makmu, Banda Alam, dan Idi Tunong.

Hingga Senin sebagian kecamatan yang dilanda banjir tersebut sudah surut, seperti Kecamatan Birem Bayeun. Selain itu, Senin hari ini Aceh Timur, juga tidak dilanda hujan.

Kepala BPBD Aceh Timur, yang berulang kali dikonfirmasi Serambinews.com, Senin sore untuk update kondisi banjir secara keseluruhan belum merespons. | Seni Hendri




Post a Comment

0 Comments