1.428 Pejabat Pemerintah Aceh Dipanggil ke Ruang Sekda Aceh, tak Hadir Dianggap Mengundurkan Diri


KABARACEHTIMUR.ONLINE I Banda Aceh - Sebanyak 1.428 orang pejabat struktural (eselon II, III dan IV) di Lingkungan Pemerintah Aceh akan mempresentasikan buku kerjanya tahun 2021 kepada Sekda Aceh dan Anggota Baperjakat mulai, Selasa (26/1/2021) sampai Kamis (28/1/2021).


“Presentasi buku kerja pejabat struktural di hadapan Sekda Aceh dan anggota Baperjakat (Para asisten dan Inspektorat) itu, dimaksudkan sebagai janji kerja yang wajib dilaksanakan, pada tahun anggaran 2021 ini,” tegas Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes kepada Serambinews.com, Selasa (26/1) di ruang kerjanya.

Pejabat struktural sebanyak 1.428 orang itu, sebut Taqwallah tersebar di 55 Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

Dalam pelaksanaan presentasinya, dimasukkan dalam beberapa kelompok. Satu kelompok, bisa terdiri dari dua atau tiga SKPA.

Jika jumlah pejabat strukturalnya banyak, satu kelompok satu SKPA.


Misalnya Dinas PUPR, jumlah pejabat strukturalnya mencapai 44 orang. Dinas ini dibuat dalam satu kelompok.

Untuk SKPA yang jumlah pejabat strukturalnya sedikit, seperti Biro Tapem, Biro Hukum, dan Biro Isra, masing-masing pejabatnya strukturalnya berjumlah 13 orang, digabung dalam satu kelompok presentasi, sehingga jumlah menjadi 39 orang.  

Total SKPA di Lingkup Pemerintah Aceh ada sekitar 55 SKPA.

Pejabat struktural yang tidak hadir, dianggap mengundurkan diri. Kecuali ada pemberitahuan sebelumnya, karena masih sakit, atau tugas dinas lainnya.

Setiap satu kelompok, diberi waktu untuk menyampaikan presentasinya 60 menit menjelaskan buku kerjanya secara singkat, jelas dan tepat waktu.

"Presentasi buku kerja tahunan ini, wajib disampaikan setiap tahun, setelah penandatangan dokumen Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2021, supaya masing-masing pejabat trukturan eselon II, III dan IV, sudah tahu rencana kerja selama 12 bulan yang akan dilaksanakan," kata Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes.

Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, sangat menginginkan begitu RKA telah diteken, pejabat struktural yang bersangkutan, telah membuat rencana jadwal pelaksanaan kerja proyek dan kegiatan APBA di masing-masing dinasnya.

Misalnya Dinas Pendidikan, banyak program dan kegiatan pelatihan peningkatan mutu guru, kata Taqwallah, selesai melaksanakan presentasi buku kerjanya kepada Sekda dan anggota Baperjakat Pemerintah Aceh, mereka sudah menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut dan melaksanakannya ke berbagai daerah.

Dalam beberapa tahun sebelum pandemi covid 19, ungkap Taqwallah, banyak kegiatan penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan peningkatan mutu guru dan lainnya dilaksanakan menjelang akhir tahun, yaitu bulan Oktober, November dan Desember.

Padahal, kegiatan itu bisa dilaksanakan mulai bulan Februari, Maret dan April, secara bertahap, tapi kenapa harus dilaksanakan tiga bulan menjelang akhir tahun anggaran.

Akibatnya, pada akhir tahun, banyak kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan, dengan alasan tidak cukup waktu, dan hotel padat di berbagai daerah, karena semua SKPA melaksanakannya, hampir dalam waktu yang bersamaan.

Konsekwensi dari banyak kegiatan pelatihan yang tidak dapat dilaksanakan, pada akhir tahun anggarannya jadi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran), target rencana kerja tahunan tidak tercapai.

Kondisi yang sama juga terjadi untuk proyek pengadaan barang, jasa dan proyek fisik.

Rata-rata kegiatannya dilaksanakan antara bulan Juni - Agustus, sehingga masa kerja waktu penyelesaian proyek fisik tidak cukup, bahkan banyak yang harus tambah waktu, dengan membayar denda.

Padahal, kalau dikerjakan setelah penetapan pemenang lelang, pada awal bulan Maret dan April, dengan masa kerja 3 – 6 bulan, masih ada sisa waktunya, dan menjelang akhir tahun proyeknya bisa diresmikan Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT.

Selesai presentasi ini, kata Taqwallah, semua kegiatan proyek APBA 2021 segera dilelang terbuka, sehingga pada pertengahan bulan Maret nanti, sudah ada pelaksanaan penandatangan kontrak bersama.

“Karena, semakin cepat proyek dilelang terbuka, pada akhir Maret, proyeknya sudah bisa dilaksanakan di lapangan oleh kontraktor yang menang tender,” pungkas Taqwallah.(*) 





Penulis: Herianto
Editor: Muhammad Hadi
Sumber: Serambi Indonesia

Post a Comment

0 Comments