Serangan Militer Israel Disebut Hamas Telah Hancurkan Rumah Sakit Anak

Minggu, 27 Desember 2020 

KABARACEHTIMUR.ONLINE - Hamas pada Sabtu (26/12/2020) mengecam aksi barbar Israel yang menyerang dan merusak rumah sakit anak di Gaza pada malam sebelumnya, lapor AFP.

Sementara dari pihak Israel mengatakan, serangan itu adalah "respons" atas tembakan roket yang dikirim ke mereka dari wilayah kantong itu.

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang tiga sasaran Hamas termasuk sebuah situs pembuatan roket, infrastruktur bawah tanah dan sebuah pos militer, setelah 2 roket ditembakkan dari Jalur Gaza.

Namun pihak Hamas dalam pernyataannya mengatakan serangan barbar Israel itu telah merusak sebuah rumah sakit anak dan pusat medis bagi orang-orang berkebutuhan khusus.

Sumber-sumber medis di Gaza mengatakan serangan-serangan itu 'secara ringan' telah melukai 2 warga sipil termasuk seorang anak.

Entah bagaimana, pihak militer Israel pada Sabtu sore waktu setempat bersikeras bahwa mereka tidak menyerang rumah sakit.

"Ledakan sekunder yang diidentifikasi datang dari serangan kepada situs pembuatan roket Hamas diduga teah menyebabkan kerusakan di rumah sakit terdekat," ungkap pernyataan militer Israel.

Hamas 'dengan sengaja menempatkan target serangan militer di pusat area populasi padat penduduk' sementara militer Israel 'berusaha sebisa mungkin untuk tidak melukai warga dan bangunan sipil', tambah pernyataan itu lagi.

Pada Jumat malam, ketika serangan terjadi, bunyi sirene bergema di bagian selatan kota Pelabuhan Ashkelon dan di sekitar Jalur Gaza.

"Dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel," ungkap pernyataan militer sebelumnya.

Mereka juga menambakan bahwa serangan itu telah dicegat oleh Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi.

Tidak ada laporan kerusakan akibat serangan itu, namun pihak layanan medis darurat Israel melaporkan beberapa orang yang dirawat karena syok.

Kelompok Hamas yang dianggap Israel sebagai teroris menguasai Gaza dari gerakan saingannya, Fatah pada 2007.

Sejak itu, Hamas melakukan 3 perang yang dahsyat dengan Israel di wilayah yang didiami sekitar 2 juta orang Palestina.

Israel sejak itu mempertahankan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza untuk mencegah serangan bersenjata dari Hamas.(*)

Post a Comment

0 Comments