Mulai 1 Januari 2021,Bupati Aceh Besar Ajak Pegawai Gunakan Bahasa Aceh dan Baju Adat Aceh

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengajak semua pegawai yang ada di lingkungan pemerintahan Aceh Besar untuk menggunakan bahasa Aceh dan berpakaian adat setiap hari kamis.


“Mulai 1 Januari 2021 seluruh instansi pemerintahan yang ada di Aceh besar diharuskan menggunakan pakaian adat dan berbahasa Aceh dalam beraktifitas, dan akan segera kita buatkan SK Bupati,” kata Mawardi Ali di Aceh Besar, Jumat (25/12/2020).


Wacana Bupati Aceh Besar tersebut muncul setelah anggota DPRK setempat menggunakan bahasa Aceh saat membuka sidang paripurna.


Karenanya kemudian Mawardi Ali mengajak seluruh instansi di Aceh Besar untuk menggunakan bahasa daerah serta memakai pakaian adat setiap hari kamis saat beraktivitas di kantor masing-masing.


“Saya sangat mengapresiasi langkah dari DPRK Aceh besar yang bersidang hari ini dengan bahasa Aceh,” ujar Ketua DPW PAN Aceh itu.

Langkah tersebut disambut baik oleh seluruh anggota DPRK Aceh Besar yang hadir pada sidang paripurna ke dua dengan agenda penyampaian empat rancangan qanun (peraturan daerah) Aceh Besar, Kamis (21/12) kemarin.


Mawardi Ali memberikan apresiasi langkah DPRK Aceh Besar menggunakan bahasa Aceh saat. menggelar persidangan.

“DPRK Aceh besar sendiri sudah memulai dengan membuka sidang paripurna menggunakan bahasa Aceh,” kata Mawar Ali.


Akan Calonkan Jadi Gubernur Aceh


Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali menyatakan akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.


Hal itu disampaikan Ketua DPW PAN Aceh yang juga Bupati Aceh Besar Mawardi Ali Ali saat menggelar silaturahmi bersama kader PAN, di Banda Aceh, Sabtu (28/11/2020).


Ia menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2022 mendatang jika mendapatkan dukungan dari kader partai.


“Tergantung kader, kalau kader sudah siap, ada konsolidasi yang kuat, maka insyaallah saya siap (maju sebagai Gubernur Aceh),” kata Mawardi.


Namun, kata Mawardi, jika para kadernya belum bersedia atau merasa belum tidak siap, maka prioritasnya memperkuat kembali partai yang baru dipimpinnya ini.

“Kalau kader belum siap, berarti tugas saya adalah memperkuat dulu, ini agenda utama,” ujarnya.


Saat disinggung mengenai ajakan mendampingi Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur Aceh, Mawardi menyampaikan akan membahasnya terlebih dahulu dengan DPP PAN, pengurus hingga membuat survei.


“Kita akan bicarakan dengan DPP, DPRA, pengurus, survei dan sebagainya, selaku kader saya maju siap, tidak maju juga siap,” katanya.


Dalam kegiatan konsolidasi kader PAN Aceh ini, Mawardi juga menuturkan bahwa agenda besar PAN saat ini yaitu menjadi pemenang dalam setiap pesta demokrasi baik Pilkada 2022 atau Pemilu 2024 mendatang. (*)


Post a Comment

0 Comments