Ini Pernyataan ASNLF: Kami Tidak Terlibat Deklarasi Nanggroe Acheh Darussalam


KABAR ACEH TIMUR | BANDA ACEH – ASNLF (Aceh Sumatera Nasional Liberation Front) menyatakan tidak terlibat dalam deklarasi Nanggroe Acheh Darussalam dan pelantikan Yusra Habib Abdul Ghani sebagai Perdana Menteri.

Pengukuhan dilakukan dalam pengumuman yang dilakukan secara virtual itu beredar dalam video di Youtube dab Facebook.

Ia dikenal sebagai intelektual mantan Gerakan Aceh Merdeka yang sering menulis untuk kampanye politik GAM.

Yusra selama ini mendapat suaka politik di Denmark dan menetap di negera Scandiavia itu.

Pasca deklarasi berdirinya Negara Nanggroe Aceh Darussalam di pengasingan, Yusra Habib Abdul Gani yang meminta agar eksekutif dan legislatif serta seluruh aparatur sipil negara tunduk pada Perdana Menteri Nanggroe Aceh Darussalam di pengasingan, termasuk ASNLF dan semua mantan kombatan GAM di Aceh.

Namun, melalui Juru Penerangan di Denmark, Nasir Usman,  membantah ASNLF terlibat dalam deklarasi tersebut.

“Kami dari ASNLF tidak tau dan tidak terlibat atas pembentukan Nanggroe Aceh Darussalam dan pelantikan Yusra Habib Abdul Ghani,” kata Nasir Usman yang juga menetap di Denmark

Sebelumnya dikabarkan, Yusra Habib Abdul Ghani mengukuhkan dirinya sebagai Perdana Menteri Negara Acheh Darussalam.
 
Berikut pernyataan Yusra Habib yang dikutip dari akun Youtuber Mumang.
 
Dengan nama Allah, bahwa saya bersumpah akan menunaikan amanah sesuai dengan apa yang sudah dimanakan Wali dan Negara Aceh Darussalam, supaya bersifat sidiq, amanah, adil, jujur, fathanan, arif, dan cerdas.

Dan saya berika harta saya, nyawa saya ke perjuangan suci dan bertanggung jawab ke bangsa aceh. Saya yang bersumpah Dr H Yusra Habib Bin Abdul Gani Ishak, Perdana Menteri Negara Aceh Darussalam.

Tanoh meudelat, 17 Rabbiul Akhir 1442 Hijriah atau bertepatan 3 Desember 2020.

Dipilih Melalui Rapat Paripurna Negara Acheh Darussalam

Sementara itu, dalam satu postingan yang dikutip dari laman acehnasionalnews.com, disebutkan Majelis Negara Acheh Darussalam (NAD) sudah mengadakan rapat paripurna pertama kalinya membahas calon Perdana Menteri.

Hal itu dilakukan untuk mengisi kekosongan Pemerintahan baru Acheh Darussalam.

Namun postingan itu tidak menyebutkan nama-nama anggota Majelis Acheh Darussalam.

“Setelah mengamati dan menunggu selama 15 tahun kekosongan kekuasaan, tidak ada tanda-tanda lahirnya pemimpin tunggal untuk mewujudkan pemerintahan NAD; Maka tibalah saatnya Majelis Negara Acheh Darussalam (kongres Acheh Darussalam) mengadakan Sidang Istimewa pada tanggal 3 Desember 2020 untuk memilih, menyetujui, melantik dan disertai dengan sumpah jabatan Dr. H. Yusra Habib Abdul Gani , SH sebagai Perdana Menteri Acheh Darussalam oleh Qadhi yang definitif, untuk masa jabatan yang akan ditentukan nanti. Jabatan Perdana Menteri yang baru diraih melalui jalur konstitusional – dipilih dan disetujui berdasarkan hasil musyawarah di Majelis Negara Acheh Darussalam,” demikian dikutip dari laman acehnasionalnews.com. (*)

Post a Comment

0 Comments