Bg Wandi Saweu Gampong Jenguk Orang Tua di Bireuen



 ACEHSATU COM | BANDA ACEH Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh yang juga Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf yang sedang menjalani hukuman penjara di lapas Suka Miskin, Bandung Jawa Barat pulang ke Aceh.

“Iya benar pak Irwandi Yusuf hari ini pulang ke Aceh, tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB sampai di Banda Aceh,” kata Sekjen PNA Miswar Fuadi, di Banda Aceh, Sabtu.

Kata Miswar, kepulangan Irwandi Yusuf ke Aceh dalam rangka menjenguk orang tuanya yang sedang sakit di kampung halamannya di Kabupaten Bireuen.

“Tadi tidak lama pak Irwandi di Banda Aceh, istirahat sebentar lalu langsung bergerak ke Bireuen,” ujarnya.

Miswar menyampaikan, Irwandi Yusuf memang mengajukan izin dari Lapas Suka Miskin untuk kegiatan menjenguk orang tua yang lagi sakit, dan tiga hari ke depan akan kembali lagi ke Lapas.

“Sekitar tiga hari beliau izinnya, khusus untuk menjenguk orang tua, nanti mungkin hari Senin (21/12/2020) kembali lagi ke Bandung,” kata Miswar.

Seperti diketahui, Irwandi Yusuf dihukum penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018

Mahkamah Agung pada putusan kasasi menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dengan denda Rp 300 juta serta subsider tiga bulan kurungan terhadap mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

Hukuman dan Hak Politik

Sebelumnya diberitakan, Irwandi Yusuf akhirnya resmi dipecat dari jabatan Gubernur Aceh. Irwandi dipecat usai putusan kasus korupsinya inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Hukuman Irwandi disunat oleh Mahkamah Agung (MA) yang semula 8 tahun penjara di Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 7 tahun penjara. MA beralasan Irwandi telah berjasa untuk Indonesia.

“Isi putusannya menolak permohonan kasasi jaksa penuntut umum dan terdakwa dengan perbaikan mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi Jakarta selama delapan tahun penjara menjadi tujuh tahun penjara denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, Jumat (14/2/2020).

Majelis hakim yang mengadili kasasi Irwandi diketuai oleh hakim agung Prof Surya Jaya dan hakim anggotanya adalah hakim Krisna Harahap dan hakim Askin.

MA menilai putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tidak tepat karena memperberat vonis Irwandi menjadi 8 tahun.

Selain itu, MA Menilai Irwandi sebagai mantan Gubernur Aceh Irwandi telah berjasa di Aceh dengan menciptakan perdamaian di Aceh. Atas pertimbangan itu, MA memangkas hukuman Irwandi.

Pada tingkat pertama Pengadilan Tipikor Jakarta memutuskan Irwandi terbukti menerima suap Rp 1 miliar dari mantan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang tersebut diberikan agar Irwandi Yusuf menyetujui program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Setelah itu, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta memvonis Gubernur Aceh Irwandi Yusuf selama 8 tahun penjara, sebelumnya 7 tahun penjara. Selain itu, majelis tinggi mencabut hak politik Irwandi selama 5 tahun.

Usai putusannya inkrah ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah meneken Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian Irwandi Yusuf dari Gubernur Aceh. Keppres itu bernomor 73/P 2020 tentang ‘Pengesahan Pemberhentian Gubernur Aceh Masa Jabatan Tahun 2017-2022’. (*)

Post a Comment

0 Comments