Anggota Satpol PP Gagal Tertibkan Pedagang Daging Babi di Agara

Anggota Satpol PP Gagal Tertibkan Pedagang Daging Babi di Agara
Anggota Satpol PP Agara saat memberi penjelasan kepada sejumlah 

KABARACEHTIMUR I KUTACANE -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Tenggara (Agara) gagal menertibkan pedagang daging babi di Pasar Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur, Kamis (23/12/2020). 

Kepala Bidang Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Agara, Misyadi Sunanda mengatakan anggotanya terpaksa mundur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Kegiatan penertiban pedagang daging babi tersebut tindaklanjut dari Surat MPU Nomor:451.7/152/MPU-AT/2020 tentang penertiban Pasar Lawe Desky. 

"Saat penertiban, anggota Satpol PP diserang dengan bahasa kasar," kata Sunanda. 

Sebelumnya, anggota Satpol PP menemui beberapa pedagang daging babi dan kepala suku Batak (Simatua) setempat. 

Namun, saat menjelaskan qanun yang melarang penjualan daging babi di Aceh, tiba-tiba warga dan sejumlah pedagang melontarkan bahasa kasar kepada petugas. 

"Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, anggota Satpol PP langsung meninggalkan lokasi," katanya. 

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Agara, Tgk Jamaluddin membenarkan adanya surat penertiban pedagang daging babi yang ditujukan ke Satpol PP, camat dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) setempat. 

"Kita menyurati atas dasar Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang jaminan produk halal sesuai dengan pasal 1 ayat 1," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua DPP LSM-GAKAG Agara, Arafik Beruh mengatakan pernah menyurati pihak muspika 16 kecamatan terkait pemeliharaan hewan ternak babi agar tertib dan tidak bebas berkeliaran.

"Namun, upaya tersebut belum berdampak positif," ucapnya. 

Surat yang dilayangkan itu sesuai dengan Qanun Aceh Tenggara Nomor 7 Tahun 2010 tentang pengaturan pemeliharaan hewan babi. 

"Dikirim pada 2017 lalu," imbuhnya. 

Sumber : Metropolis.id

Post a Comment

0 Comments