Pawang Narkoba Ditembak Mati Usai Seludupkan 465 Kg Sabu ke Aceh


ACEHSATU.COM – Seorang pria diduga penyelundup narkoba ke Aceh, JI, tewas ditembak karena melarikan diri saat ditangkap. JI disebut sudah tujuh kali membawa sabu ke Aceh dengan total hampir setengah ton.


“Tersangka JI menyelundupkan sabu sebanyak tujuh kali sejak Desember 2019. Total sabu yang dipasok 465 kilogram (kg) ditambah 20 kg ekstasi,” kata Dirnarkoba Polda Aceh Kombes Ade Sapari, seperti dilansir detikcom, Selasa (3/11/2020).


JI terakhir menyelundupkan sabu sebanyak 81 kg sabu serta 20 kg ekstasi pada Jumat (30/10). Dalam penggerebekan di sebuah rumah di Aceh Timur, JI disebut mencoba melarikan diri saat ditangkap.


Polisi lalu menembak pahanya. Namun dalam perjalanan, JI tewas. Dalam kasus tersebut, polisi menciduk sepuluh orang yang berperan sebagai kurir, pemantau polisi di jalan (sweeper), pemilik boat serta pengendali lapangan.


Ade menyebut, JI berperan sebagai penjemput narkoba di laut perbatasan dengan Malaysia. Mereka menyelundupkan barang haram tersebut menggunakan boat kecil.


“Mereka ini jaringan besar. Sabu hanya ditransit di Aceh kemudian dijual ke luar Aceh,” jelas Ade.


Para tersangka dalam jaringan tersebut asal Aceh serta Sumatera Utara. Menurut Ade, tersangka sengaja memasok narkoba ke Aceh dengan motif bisnis.


“Itu bisnis gelap yang menguntungkan buat mereka,” ujar Ade.


Saat ini sembilan tersangka yang ditangkap di sejumlah tempat mendekam di tahanan Mapolda Aceh. Polisi menyita barang bukti narkoba serta kendaraan yang dipakai tersangka saat mengangkut sabu.


Penangkapan para tersangka bermula dari informasi terkait adanya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Barang haram tersebut dibawa ke daratan lewat jalur laut.


Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengetahui narkoba asal Malaysia itu bakal dijemput di Simpang Ulim, Aceh Timur, Jumat (30/10) dini hari. Polisi lalu menyergap mobil yang ditumpangi para tersangka di wilayah Idi Cut, Aceh Timur.


Ketika dibekuk, dua tersangka, AB dan AS, berusaha melawan sehingga polisi menembak kaki keduanya. Di dalam mobil, polisi menemukan barang bukti sabu dan ekstasi.


Polisi kemudian mengejar satu mobil yang dipakai tersangka yang berperan sebagai pemantau polisi di jalan. Setelah sempat kejar-kejaran, tersangka L akhirnya ditangkap.


Tak seberapa lama kemudian, polisi menciduk dua tersangka K dan N di Simpang Ulim. Polisi di bawah Opsnal Satnarkoba Polres Aceh Timur melakukan pengembangan dan menggerebek rumah penyedia boat berinisial H.


Polisi juga menggerebek sebuah rumah di Bantayan, Aceh Timur, dan menemukan pawang berinisial JI. Ketika ditangkap, JI disebut mencoba melarikan diri sehingga polisi menembak paha kanannya. Di rumah tersebut juga ada tersangka IB. (*)

Post a Comment

0 Comments