Benarkah Irwandi Ceraikan Steffy Burase?


ACEHSATU.COM —  Kabar tak sedap kembali menerpa keluarga Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.


Fenny Steffy Burase yang selama ini dikenal sebagai istri kedua Irwandi dikabarkan sudah diceraikan oleh Irwandi Yusuf.


Kabar tersebut diposting oleh istri pertama Irwandi, Darwati A Gani, di Insta Story, pada Jumat (25/9/2020).


Darwati menulis:


“Pd kesempatan ini saya sampaikan bahwa Pak Irwandi sudah tidak ada hub lagi dg Stefy Burase, jadi tidak usahlagi ada yg menanyakan kepada saya melalui dm, apa kami merawat Pak Irwandi bersama2. Talaknya sudah jatuh sblm saya sampaidi Bandung.”

Di Insta Storynya, Steffy Burase membalas pernyataan Darwati dengan menulis:


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….


Bismillahhirahmanirahim……


Atas nama Allah bahwa semua yang saya katakan ini benar adanya, tanpa di rekayasa, dan demi Allah saya berucap….


Kronologis, hari Sabtu siang tepatnya tanggal 13 jam 12 siang suami saya menahan sakit di dalam lapas sampai minggu malam tanggal 20 akhirnya di rujuk ke emergency.


Tengah malam suami saya akan di pindah kan ke rumah sakit swasta, pada Saat akan pemindahan, kami ribut karena saya mènemukan sesuatu yang sangat tidak mengenakan dengan suami saya.


Akhirnya suami saya balik ke lapas dan tidak di rawat. Keesokan harinya suami saya menahan sakit dan pada malam harinya di rujuk lagi ke RS. Ketika beliau mengabari saya, saya sedang tidur karena tidak tidur malam sebelumnya.


Pagi hari ketika saya liat HP saya langsung ke rumah sakit mengenyampingkan kemarahan saya. Sampai di RS pada Senin pagi, dengan berat hati dan berusaha memaafkan suami saya, lagi2 masih terkait hal yang tidak enak itu masih terjadi.


Saya ngamuk dan berteriak2 serta mengancam suami saya untuk menceraikan saya dengan alasan JIJIK. Dan saya video Call ke salah 1 anaknya saat kejadian dan ternyata di rekam yang akan menimbulkan fitnah kedepannya.


Saat itu dalam keadaan terancam dan menghindari keributan lebih besar di RS suami saya mau mengeluarkan kata cerai. Saya pergi dengan emosi tapi saya menyuruh anak yang tinggal di rumah saya menemani suami saya sampai keluarganya tiba sore hari.


Saya langsung balik Jakarta. Saat di Jakarta hati menangis pilu memikirkan keadaan suami saya dan mencoba berdamai dengan kesalahan yang di perbuatnya. (*)


Post a Comment

0 Comments